Jumat, 21 Juli 2017

Ayo Kita Dukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)


"Sehat itu mahal, tetapi sakit lebih mahal lagi." Kalimat ini mengingatkanku pada satu percakapan di sebuah grup facebook. Saat itu ada seorang anggota grup yang mengeluhkan betapa mahalnya biaya hidup yang harus ia keluarkan jika setiap hari harus mengonsumsi makanan sehat. Harga daging yang tak pernah dibawah 100 ribu per kilogram, harga buah-buahan yang tak lagi murah. Aku tergelitik untuk berpikir lebih jauh tentang hal itu. Bukan menjadi pemandangan yang mengherankan saat kita melihat tempat-tempat makan yang menyediakan fast food (baca junk food) selalu penuh. Sudah menjadi hal yang lazim juga kita melihat seorang ibu menyuapi anaknya mie instant saban hari. Atau yang paling mengenaskan, lelaki dewasa yang menghisap asap rokok adalah pemandangan yang sangat biasa di kalangan masyarakat Indonesia. Permasalahan terkadang bukan faktor uang, tetapi paradigma masyarakat tentang pola hidup sehat.

Ditjen Kesehatan Masyarakat mengidentifikasi adanya pola hidup tidak sehat dalam masyarakat. Berdasarkan data riskesdas tahun 2007 dan tahun 2013,ada sejumlah  faktor risiko kesehatan yang terjadi dalam masyarakat yaitu penduduk kurang aktifitas fisik (26,1%), perilaku penduduk merokok sejak usia dini (36,3%), penduduk >10 tahun kurang mengknsumsi sayur dan buah (93,5%), penduduk >10 tahun minum minuman beralkohol (4,6%). Oleh karena itu, untuk mengajak masyarakat agar menjaga kesehatan, Kementrian Kesehatan RI melaunching program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). 


GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pada tahun 2016, Kemenkes RI melakukan sosialisai GERMAS di 100 kabupaten/kota dan pada tahun 2017 akan dilakukan sosialisasi GERMAS di 180 kabupaten/kota. Salah satu program yang dilakukan untuk mensosialisasikan GERMAS melalui media sosial adalah dengan menggandeng para blogger. 

Jum'at (14/7) di Ballroom Rinjani Hotel Aston Kota Mataram diadakan acara temu blogger kesehatan yang dihadiri sekitar 50 orang blogger. Acara tersebut mengahdirkan Sekjen Kemenkes RI, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes. dan Kepala Dinas Kesehata provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp. A. Sekjen Kemenkes berharap agar para blogger di NTB dapat menyebarkan informasi positif tentang dunia kesehatan kepada masyarakat. "Jangan sampai ada hoax seputar dunia kesehatan," kata beliau. Selanjutnya, beliau menyampaikan bahwa pada periode awal GERMAS fokus dengan tiga kegiatan yaitu: 



1. Melakukan aktifitas fisik 30 menit per hari

Saat ini, masyarakat lebih banyak melakukan aktifitas hanya dengan duduk saja. Pagi hari pergi bekerja dengan mobil atau motor, sangat jarang masyarakat yang berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Sampai di tempat kerja, untuk menuju lantai atas menggunakan lift, sangat sedikit orang yang mau menaiki tangga. Pekerjaan dilakukan sambil duduk di depan laptop dari pukul 09.00 sampai pukul 15.00 tanpa harus melakukan aktifitas fisik yang berarti. Pulang kerja, sampai rumah menonton televisi sambil makan aneka snack. Dengan aktifitas rutin seperti itu, penting bagi masyarakat untuk menjadwalkan waktu olahraga secara rutin setiap hari. 

Melakukan peregangan di sela-sela kegiatan kantor juga menjadi pilihan yang tepat. Hal tersebut sudah dicontohkan oleh pegawai  Kemenkes RI dimana setiap hari pukul 10.00 dan pukul 14.00 mereka melakukan peregangan selama tiga menit. 

2. Mengonsumsi buah dan sayur

Kebutuhan akan buah dan sayur sering disepelekan karena banyak orang menganggap makanan bergizi  hanya daging, ikan, ayam, dan telur. Pemahaman masyarakat akan gizi yang seimbang sangat penting. Misalnya, masyarakat di pedesaan yang dengan mudah memetik sayuran di sawah belum tentu suka mengonsumsi sayur. Mereka memilih untuk menjual sayuran dan membeli mie instant atau makanan cepat saji lainnya. 

Kita juga sering menemukan fenomena dimana seorang anak sangat susah untuk makan sayur. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor keluarga. Saya sering mengamati anak-anak kecil yang dari pagi bolak-balik ke warung untuk membeli snack. Seperti kita ketahui, snack tersebut banyak mengandung gula sintesis dan MSG. Kandungan gula pada snack menyebabkan seorang anak tidak merasa lapar sehingga kadang sulit sekali disuruh makan oleh ibunya. Rasa sayuran yang begitu berbeda dengan snack yang biasa mereka konsumsi membuat anak kecil terkadang susah memakan sayuran. 

3. Memeriksakan kesehatan secara rutin

Memeriksa kesehatan secara rutin sangat penting agar kita tahu bagaimana kondisi tubuh kita. Jangan sampai kita memeriksa kesehatan setelah kita merasa sakit karena bisa jadi dampak penyakit tersebut sudah parah. Kita harus rutin mengecek kandungan gula darah, kolesterol, serta tekanan darah setiap enam bulan sekali. Masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya karena sudah ada layanan BPJS.



Tiga fokus kegiatan GERMAS tersebut diharapkan bisa mengurangi penderita penyakit tidak menular yang kini banyak diderita masyarakat Indonesia. Masalah kesehatan sendiri telah mengalami pergeseran.Di masa lalu, persoalan penyakit menular merupakan masalah yang paling utama. Saat ini, masalah kesehatan terbesar justru pada penyakit tidak menular. Data menunjukkan bahwa periode1990-2015, kematian akibat PTM meningkat dari 37% menjadi 57%. Di sisi lain, kematian akibat penyakit menular menurun dari 56% menjadi 38%. 

Dalam acara temu blogger kesehatan, dr. Birry Karim menyebutkan bahwa penyakit tidak menular yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia adalah penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, stroke. Beliau menyampaikan 5 kiat hidup sehat agar terhindar dari PTM yaitu :

1. Menurunkan berat badan
2. Konsumsi makanan sehat
3. Tidak merokok
4. Tidak meminum minuman beralkohol
5. Mengelola stress

Semoga dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), cita-cita pemerintah untuk mewujudkan "Indonesia sehat" dapat tercapai. Kita sebagai masyarakat harus mendukung GERMAS setidaknya mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan keluarga. 











2 komentar

asek.. asek.... nais artikel mbak sist ^_^
hidup sehat itu emang enak,
makanya yuk jalani hidup ini dengan metode CERDIK.
dukung GERMAS !

salam blogger NTB dan salam HOKI