Minggu, 06 November 2016

Menikmati Keunikan Rasa Cacing Nyale di Pulau Lombok

patung putri mandalika
Patung Putri Mandalika di Pantai Seger Lombok Tengah
" Ayo besembeq biar cantik seperti Putri Mandalika". Lantas nenek saya mengambil cacing nyale dan mengoleskannya di kening dan di dadaku. Ritual itu ia lakukan setiap tahun ketika saya masih kecil. Kepercayaan masyarakat suku sasak Lombok tentang legenda Putri Mandalika sangatlah kental dan mengakar terutama di kawasan Pujut Lombok Tengah.

Pengolahan cacing nyale sebagai makanan lezat. 
sambal cacing nyale
Sambal goreng nyale
Hampir seluruh keluarga saya menyukai nyale. Bahkan dahulu almarhum kakek dan nenek saya suka memakan nyale yang masih mentah. mereka meyakini bahwa nyale bisa menyehatkan tubuh. Sebagai songgaq kata mereka jika ada orang yang heran melihat mereka memakan mentah nyale. Songgaq dalam bahasa sasak yang artinya jamu.

Ayahku memiliki selera sendiri dalam mengolah nyale. Ia sangat menyukai nyale yang dimasak dengan santan. Terkadang ayah memasak sendiri nyale tersebut. Nyale dimasukkan ke dalam panci lantas ditambahkan dengan santan kental. Bumbu yang ia gunakan adalah cabe, bawang, merah, bawang putih dan sedikit garam. Dengan suhu yang agak tinggi, nyale akan secara otomatis lebur bersama santan tersebut. Ayahku sangat suka menyeruput kuah nyale tersebut atau memakannya bersama nasi hangat.

Selera ibu saya lain dengan ayah dalam mengolah nyale. Ia akan dengan sabar membuat pepes nyale yang dalam bahasa sasak disebut nyale  lipit. Nyale dimasukkan ke dalam lipit yang terbuat dari daun kelapa muda. Setelah itu lipit dibakar hingga nyale di dalamnya kering. Ibu suka memakan nyale lipit dengan sambal monte khas sasak. Sambal monte tersebut terbuat dari cabai rawit, garam, terasi Lombok, dan perasan jeruk purut.

Dan saya sendiri, menyukai sambal goreng nyale. Nyale lipit saya goreng bersama sambal bawang. Aroma bawang dan aroma nyale berpadu menggugah selera makan saya. Rasa sambal goreng nyale sangat unik dan menciptakan kenangan rasa yang sulit terlupa. Rasa nyale akan bertahan cukup lama di mulut seusai memakannya. Rasa itu akan hilang jika saya sudah menggosok gigi atau memakan sesuatu dengan aroma dan rasa yang lebih kuat dari nyale.

Jika tangkapan nyale yang kami dapat banyak, biasanya dibuat menjadi mansin. Nyale dihancurkan dan ditambahkan garam lalu dimasukkan ke dalam kelok. kelok terbuat dari pohon bambu yang diambil satu ruas. Mansin berfungsi sebagai penyedap masakan dan paling nikmat jika ditambahkan pada kelaq cengeh khas Pujut Lombok Tengah.

Kandungan Gizi Cacing Nyale


Cacing Nyale Lombok
Cacing Nyale

Tahun 2008 saya pernah menulis tentang Cacing nyale dalam rangka mengikuti karya tulis ilmiah yang diadakan oleh DIKTI. Saat itu saya dibimbing oleh Prof. Seolistya Dyah Jekti salah satu dosen Universitas Mataram yang pernah meneliti tentang kandungan gizi nyale. Dalam sebuah buku hasil penelitian beliau menuliskan bahwa cacing nyale memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.

Kandungan protein nyale yaitu 43,84 %. Lebih tinggi bila dibandingkan dengan kerang bulu (Anadara indica) dan kerang hijau (Perna viridia) yang hanya 18,5 %, ataupun telur penyu laut dengan kandungan protein 10,94 %. Demikian pula bila dibandingkan dengan telur ayam ras yang mengandung protein 12,2% dan susu sapi yang hanya mengandung protein 3,50 %. Selain protein, kadar lemak 11,57 % , lebih tinggi dari telur ayam ras dengan kadar lemak 10,5 %. Kadar karbohidrat yang terkandung dalam nyale yaitu 0,543% tidak jauh berbeda dengan kadar karbohidrat pada telur ayam ras (0,8%) atau dari penyu laut (0,54%).

Sebagai hewan laut maka nyale juga berkadar fosfor cukup tinggi (1,17%). Lebih tinggi bila dibandingkan dengan hewan darat pada umumnya seperti pada telur ayam ras (0,02 %),ataupun susu sapi (0,105). Kadar kalsium pada nyale (1,06 %) lebih tinggi dari kalsium pada susu sapi (0,12%). Kadar magnesium pada nyale (0,32 %) jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan hewan darat (0,04 %) pada umumnya , ataupun pada telur ayam ras ( 0,05 %). Nyale sebagai hewan laut berkadar Natrium (1,69 %) adalah sangat tinggi bila dibandingkan dengan hewan darat ( 0,16 %) ataupun pada susu sapi (0,05%). Kadar kalium (1,24%) adalah jauh lebih tinggi dari hewan darat (0,2%) ataupun pada susu sapi(0,15%). Kadar klorida (1,05%) lebih tinggi dari hewan darat (0,11%).telur ayam ras(0,15 %) ataupun susu sapi (0,11%). Kadar besi nyale (857 ppm) sangat tinggi bila dibandingkan dengan hewan darat ( 80 ppm).

Selain memiliki kandungan gizi tinggi, nyale juga dapat berfungsi sebagai antibiotik. menunjukkan aktivitas pada 9 bakteri benthos yaitu Salinococcus roseus, Marinococcus halophilus, Marinococcus hispanicus, Micrococcus varians, Methilomonas pelagica, Bacillus sp. Pseudomonas elongata, Alteromonas colwellina, dan halovibrio variabilis. Selain pada bakteri benthos, fraksi tersebut juga menunjukkan aktivitas pada 6 kuman isolat klinis yaitu Psedomonas aeruginosa, Escherichia coli, klebsiella sp, Streptococcus pyogenes, Staphilococcus aureus, dan streptococcus pneumoniae.

Ulasan lebih lengkap pernah saya posting di blog ini dengan judul Nyale, bukan sekedar cerita rakyat.
Jika melihat kandungan gizi yang tinggi dan fungsinya sebagai antibiotik, wajar jika orang tua zaman dahulu meyakini cacing nyale sebagai obat yang bisa menyembuhkan penyakit.

Legenda Putri Mandalika (Putri Nyale)


bau nyale lombok
Suasana event bau nyale Lombok
Dokumentasi by Fokus Unram

Cacing Nyale bukan sekedar cacing laut bagi masyarakat suku sasak di Pulau Lombok. Mereka meyakini bahwa Nyale merupakan penjelmaan dari seorang putri cantik yang bernama Putri Mandalika. Dongeng tentang Putri Mandalika ini menjadi bagian dari buku mata pelajaran muatan lokal yang diajarkan kepada siswa sekolah dasar di Pulau Lombok.

Dahulu di Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Sang raja memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Putri Mandalika. Kecantikan sang putri begitu tersohor seantero Pulau Lombok sehingga banyak pangeran yang ingin menikahinya. Sang putri tidak bisa memilih salah satu di antara pangeran tersebut karena akan berpotensi konflik.

Putri Mandalika mengumumkan kepada seluruh pangeran bahwa ia akan menentukan pilihannya di suatu pagi pada tanggal 20 bulan atas dalam penanggalan kalender rowot masyarakat suku sasak. Tempat yang Putri Mandalika pilih adalah sebuah bukit di Pantai Seger. Seluruh rakyat dan pangeran dari berbagai kerajaan telah berkumpul. Hujan petir menghiasi suasana pagi itu. Saat semua orang menanti dengan penuh rasa penasaran, tiba-tiba sang putri melompat ke dalam lautan. Seluruh rakyat turun ke laut untuk mencari sang putri tapi tak ada yang menemukan jasad Putri Mandalika. Mereka hanya menemukan cacing warna-warni yang mere sebut Cacing Nyale.

Jika anda jalan-jalan ke Pantai Seger Lombok tengah, anda akan menemukan patung Putri Mandalika. Patung yang menggambarkan bahwa putri tersebut menjadi rebutan banyak pangeran. Ritual menangkap nyale yang dilakukan setiap bulan Februari kini menjadi ajang promosi wisata daerah dan dikemas menjadi sebuah festival bau nyale. Bau dalam bahasa sasak berarti menangkap. Setiap tahun masyarakat Lombok akan tumpah ruah di sekitar Pantai Seger untuk menangkap nyale. Kemunculan nyale ini hanya sekali dalam setahun yaitu pada pagi hari setelah subuh. Saat matahari terbit, nyale tersebut akan hilang dan masuk ke dalam batu karang.

Note: Tulisan ini diikutkan dalam rangka lomba blog#jelajahgizi #nutrisiuntukbangsa yang diadakan oleh #sarihusada dengan hadiah #jelajahgiziminahasa

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog #jelajahgizi2016











32 komentar

Saya lernah sekali ikut dalam kegiatan semarak ini hehe. Tapi memang senang ijutan aja sih mba. Belum sampai kepada tahap konsumsinya hehe

Coba deh sesekali di makan...enak lho..beneran..:)

hiiii... liat aja jijik gan apalagi dimakan.

Serem juga ngliat yg msih hidupnya...

enak lho...makannya pake merem aja..haha....

iyaps....banyak banget kan manfaatnya..:)

Kalau udah dimasak gak serem koq..haha...

saya pernah makan nyale dan rasanya enak bgt. :-)
tulisannya bagus kak Ema, jarang lho orang yg tahu kandungan gizi nyale hehe

Yuhuu enak bangettt...nah..nah..jangan bilang emi baru tahu nih kandungan gizi nyale..hehehe

Aku aku juga suka nyale, lebih enak dari semua semua

Hahaha...suka apa doyann???...kayaknya doyan deh...:)

tapi kalo ingat cacing jadi rada jijik sih.

keren nih sob, jadi pengen cobain makannya sambil tutup mata.. hhe

liatnya aja udah geli apa lagi dimakan , engga deh nolak aja

hahaha..ini semacam tantangan bergizi

Hahaha.....ayo ke Lombok bulan februari biar bisa makan..:)

Awas minta nambah lho karena rasanya yang enak..haha

Sambal goreng nyalenya bikin ngiler hehe ;)

Tunggu bulan februari ya baru tak buatin..untuk sementara ilernya diapus dulu..hahaha

Waaah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ baru tahu saya kak Em. Gizinya ternyata melebihi lauk sehari-hari. Saya dulu pernah makan sekali nyale yang dipepes, tapi karena saya masih SMP waktu rasanya ndak kuat lihat bentuknya. Hehe. Ngomong" yang sambel nyale bikib ngiler. Boleh dong sekali-kali kita diajak bekele pakai sambal nyale . #ngiler.

Kok malah geli sendiri yak liatnya gak berani makannya dehπŸ˜“

saya ngeliatnya serem duluan kak Ema...., ogah makannya ....haha

Tunggu februari ya tak masak lagi..hehe....tahan dulu ilernya...

Ini dah ciri2 yang bakal habisin nasi sebakul kalau makan..haha

Gag pernah makan sih kak em.. Tapi tulisannya keren. Nice Info banget...

Ih baru denger cacing nyale geli liatnya juga gk ada niat buat nyoba konsumsi cacing nya

Coba deh sekali biar tahu rasanya kayak gimana...:)

Ntar kalau dibuat jadi makanan olahan kan gak bikin geli lagi..;)

Tunggu februari ya baru bisa ngerasaq...haha....sekali setahun saya masak..:)