Sabtu, 09 Mei 2015

With Salim A. Fillah, menulislah (^_^)

ema lebay..haha
       Seorang penulis hendaknya memiliki tiga hal yaitu daya sentuh, daya isi, dan daya memahamkan. Untuk memilikinya, seorang penulis haruslah ia yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan. Ia harus rajin membaca dan bersemangat menelaah banyak referensi. Jika ia ingin menulis tentang sebuah permasalahan, ia akan mengumpulkan banyak sekali bahan. Tidak cukup satu atau dua buku lantas berpuas diri mengambil kesimpulan dan menulisnnya. Salim A Fillah.

      Hari itu, aku sebenarnya agak kurang sehat tapi aku tidak mau melewatkan acara bersama Salim A fillah. Ia adalah salah satu penulis muda yang tulisannya selalu menyentuh bagiku. Pertama kali baca bukunya di tahun 2005, buku nikmatnya pacaran setelah pernikahan. Hmmmm,,,judul bukunya rada bikin galau ya, tapi saat itu usiaku 17 tahun. Fase puber kayaknya saat itu menuntutku membaca buku itu. Saat ini aku bersyukur karena sebab membaca buku itu aku menjadi jomblo selama 27 tahun (haha...bangga banget ya..padahal sedih belum ada yang lamar..#cari-cari tisu). Setidaknya dari sana aku belajar betapa buku itu bisa sangat berpengaruh terhadap hidup seseorang. Pantaslah jika ada pepatah yang mengatakan bahwa "jika kau ingin mengetahui bagaimana seseorang maka lihatlah buku apa yang ia baca".

       Aku selalu merasakan kebahagiaan yang lebih saat bertemu dengan seorang penulis. Entah energi apa yang mereka pancarkan sehingga mampu membuatku begitu bersemangat. Dan yang paling aku suka dari seorang Salim A. Fillah adalah karena ia sangat pandai bercerita tentang pengalaman dan buku-buku yang ia baca. Tidak sedikitpun dari cara ia menyampaikan seperti sedang menggurui. Ia pandai dalam menyentuh hati. Iyaps,,itulah kelebihan yang tak dimiliki oleh banyak pembicara sekaligus penulis. Ada banyak orang yang pandai menulis tapi tak pandai berbicara di depan publik. Atau sebaliknya, ada orang yang pandai berbicara tapi tak mampu menulis. Dari setiap kata yang Salim A. Fillah ucapkan sangat mecerminkan kualita bacaannya. Ia adalah pembaca yang baik karena ia mampu mengingat banyak hal seperti nama dan tahun. Aku suka karena untuk yang satu itu, aku sangat lemah. Aku bisa membaca buku dengan cukup cepat. Aku bisa memahami isi buku itu tapi aku mudah sekali lupa. 




        
        Dalam setiap seminar, training, atau workshop kepenulisan yang pernah aku ikuti selalu saja tips menulis hanya satu yaitu MENULISLAH. Tapi catatan penting dari apa yang ia sampaikan adalah banyak-banyaklah membaca. Aku jadi mengingat ketika beberapa tahun yang lalu mengikuti acara yang sama ia menyampaikan "bacalah sebanyak-banyaknya, jangan takut terkontaminasi oleh gaya kepenulisan siapapun. Suatu saat kau akan menemukan gaya menulismu sendiri. Mungkin saja itu adalah perpaduan gaya penulis-penulis yang kau baca karyanya. Tapi itulah gayamu sendiri". Memang idealnya seorang penulis adalah ia yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan. Ia yang tak pernah puas dengan apa yang ia ketahui dan apa yang ia pikirkan saat ini. Sering sekali kita merasa memikirkan atau menuliskan sesuatu yang baru padahal sebenarnya hal itu mungkin saja pernah dipikirkan dan ditulis oleh orang lain beberapa abad yang lalu. Aku jadi mengingat kekonyolanku saat menulis the atomic of love. Aku merasa yakin sekali belum ada yang menulis hal tersebut, dan betapa aku menertawakan diriku sendiri saat membaca buku dunia sophie dan menemukan konsep yang hampir sama meskipun tak persis sama dengan yang aku pikirkan. Tentang the atomic of the universe dan itu sudah terpikirkan oleh Socrates dan kawn-kawan berabad-abad yang lalu. Ahhhhh,,,,betapa malunya pada diri sendiri. Tapi selalu ada semangat untuk terus membaca dan mencari tau.
      
      Hal terpenting yang di sampaikan saat acara tersebuat adalah niat dalam menulis. Berulang kali ia mengatakan bahwa menulislah untuk mencari keridhoan Allah SWT. Sadar atau tidak, tulisan akan memberikan dampak bagi pembacanya. Jika kita menulis hal positif maka dampak postiflah yang akan terbentuk. Tapi, jika kita menulis hal negatif, maka dampak negatif pula yang akan dihasilkan. So,,,luruskan niat dulu sebelum menulis supaya semua tulisan kita bisa bermanfaat. Penulis tak pernah mati kata SDD,,hehe.
Jadi....MENULISLAH!. SEMANGAT!