Minggu, 15 Februari 2015

Lombok Island : Senja yang mempesona di Pantai Senggigi (^_^)

i love you, senjaku.


Menantimu

Mendung melingkupi langit Senggigi sore itu
Menebar aroma keraguan di sudut hatiku.
Adakah inginmu sama dengan inginku?
Bertemu.
Melepas buhul-buhul rindu

Dalam penantianku, tetiba gerimis mengiris pijak.
Tapi bertahan aku memeluk semua hendak.
Kesetiaan..bertahan.
Hingga titah Tuhan hadirkanmu meski sejenak.

Terimakasih telah datang
#tanpa lilin

      Teman, kali ini aku akan menceritakan kepadamu tentang betapa berartinya kesetiaan dalam penantian. Tapi, ini bukan tentang menanti pacar apalagi menanti jodoh yang belum juga datang (curhat ya em..haha). Ini tentang menanti senja. Menanti sunset yang akan meruahkan aroma rindu di hatimu.
Percaya atau tidak, rona jingga di ujung senja selalu mengahdirkan rasa yang berbeda. Ia selalu menghadirkan kenangan yang sulit terlupa, ia juga membisikkan lagu cinta yang terperangkap di kepala. Bahkan, kadang ia menjelma tangis yang entah darimana datangnya. Ada rasa yang lamat-lamat menguasai rongga dada saat menatap sang mentari kembali ke pelukan samudera. Bukan untuk tertidur apalagi mati, tapi ia sedang menyinari hati di bagian bumi lainnya.
Senja, selalu tentang syukur kepada sang pencipta. Tentang harapan akan esok yang lebih ceria, lebih bahagia.




        Sore itu, gerimis hadir di kota Mataram. Aku tak mengerti, logika apa yang membawaku berfikir bahwa aku akan pergi menanti senja di Senggigi. Kabut tebal, gerimis tak mau berhenti. Matahari sudah pasti tertutup awan. Itu logika sederhana manusia bukan?. Tapi selalu ada skenario lain yang diciptakan sang penguasa hari. Jalan cerita yang akan Ia buat sesukanya. Kita hanya perlu menikmati dan mensyukurinya bukan?.

Main kano
       Senggigi, seolah tak pernah lelah dengan geliat pariwisatanya. Para pencari kebahagiaan datang ke tempat ini dari berbagai penjuru dunia. Menikmati pasir putih bersama kekasih, atau sekedar melepas tawa bersama para kolega. Aku suka melihat mereka tertawa bahagia. Diam-diam aku memperhatikan mereka satu demi satu. Ada segerombolan anak muda yang asyik selfie padahal langit masih diselimuti pekat. Gaya fotoan tak bertema aku kira. Foto-foto sesukanya saja, ya begitulah cara ekspresi anak muda zaman sekarang. Di tepi pantai beberapa pasangan memadu kasih sambil menatap laut lepas. Segalanya terekam dengan segala pemikiran di kepalaku. Yaps, selalu saja ada cerita di balik semua peristiwa yang kulihat.


Kurasa mereka bahagia..hehe

         Mungkin kabut terlalu tebal, fikirku saat itu. Tapi entah kenapa, aku tak sedikitpun ingin beranjak pergi. Beberapa orang yang tadinya duduk di pantai telah pergi. Mungkin mereka tak yakin senja kali ini akan hadirkan rona jingga. Dan tiba-tiba saja, awan yang menutupi seolah terkalahkan oleh sinarnya. Ia hadir meski tak lama. Begitu mempesona.

i love it
beautifull bingitz
        Bahagia itu begitu sederhana. Ia ada di sekitar kita. Begitu dekat. Kadang kita mencarinya di tempat nun di sana. Tapi, sesekali ia menjenguk kita dengan lekatnya. Kita hanya perlu merasakannya. Seperti kebahgiaanku menatapnya di Senggigi. Meski tak lama. Aku sampai merasa enggan untuk beranjak pulang. Tapi aku tau, esok dia akan kembali dengan rona yang sama. Terima kasih, senja.
Aku g mau pulang..:)

Suka bingitz
#Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

 Lokasi, pantai Senggigi kabupaten Lombok Barat, NTB. Jika teman-teman ingin kesini, membutuhkan sekitar 1,5 jam perjalanan dari Bandara Internasional Lombok.Fasilitas penginapan di sekitar pantai sangat lengkap.