Selasa, 28 Mei 2013

The atomic of love

Cinta..oh cinta..
Terlalu banyak kata untuk mengurai maknanya..
Tapi aku ingin mengajak kita semua berfikir tentang bagaimana memposisikan cinta yang sebenarnya.
Entah fikiran kita sama atau tidak?. Entahlah.
Tapi, aku mencoba menggambarkan cinta seperti atom. yah,,,atom yang biasa kita pelajari dalam ilmu kimia saat kita SMA atau saat kuliah.




Kau masih ingat bagaimana gambar atom?. bukan karena meragukan ingatanmu teman, tapi aku takut kau lupa karena kimia katanya lumayan sulit..:)

Lantas apa hubungan atom dengan cinta?.
"ema maksa banget mentang2 orang kimia", celoteh seorang temanku.
Aku selalu berfikir bahwa idealnya setiap orang menempatkan cintanya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai inti atom cinta. Layaknya proton dan neutron dalam inti atom yang selalu di gambarkan bersama. posisinya tak kan terganti.
Tahukah anda teman?..
kendatipun ukuran inti hanya seper sepuluh milyar ukuran atomnya, inti tersebut memiliki berat 99,95% dari keseluruhan berat atom. Dengan kata lain, hampir seluruh berat atom terpusatkan pada inti. Misalkan anda memiliki rumah dengan luas 10 milyar m2 dan anda harus meletakkan semua perabotan rumah tangga dalam kamar seluas 1 m2 di dalam rumah tersebut.
Mampukah anda melakukan hal ini? Sudah pasti anda tidak mampu melakukannya. Akan tetapi inilah yang terjadi pada inti atom akibat sebuah gaya yang sangat kuat yang tidak ada duanya di alam ini.
Gaya ini disebut “strong nuclear force (gaya inti kuat)”.

       Saat kita menempatkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai inti atom cinta kita, maka selayaknya energi kita jauh lebih besar tercurah untuk penghambaan kita kepadaNya. Sudahkah itu kita lakukan? atau itu hanya sekedar kata tanpa bukti. mungkin selama ini kita jauuuh lebih mencintai dunia dan seisinya daripada Allah dan Rasul-Nya. maka katakan kepada dunia "bukanlah aku yang bisa kau perdaya".

       Di dalam struktur atom juga terdapat elektron-elektron yang mengelilingi inti. Elektron tersebut menempati kulit atom. Semakin dekat posisinya dengan inti maka energinya akan semakin besar. 
Bagaimanakah posisi elektron cintamu?. Siapakah yang menempati kulit atom cinta pertama?
Cinta pada orang tua?
cinta pada dakwah?
cinta pada pasangan?.
tapi ingatlah bahwa elektron itu bisa tereksitasi. mungkin detik ini dakwah menempati posisi penting di hatimu, tapi bukan tidak mungkin ia akan tereksitasi saat kau punya pasangan hidup. itulah cinta.
" Setiap orang harus memastikan dimana ia memposisikan cintanya terhadap sesuatu karena itu akan berpengaruh terhadap energi yang kau keluarkan untuknya".

#ini hanya testimoniku...hanya berusaha mencintai kimia dengan caraku. dengan cara yang mungkin tidak akan di temukan di buku kimia manapun.


10 komentar

subhanallah,,,mantap kk..
ada inspirasi mau nulis Statistika Cinta,,,,hehehhehe

wissss....keren2 dek..k em tnggu share tulisanx ya..:)

Tengkyuuu ya..klo like..silhkan di follow ya teman..:)

keren kak, :)

Allah telah menciptakan 'dia' untuk dicintai juga :)

cie..cie..siapakah dia itu?..hmmm..sptx k em tau..haha