Rabu, 15 November 2017

Tebing Kelep, Destinasi Favorit Untuk Pecinta Hijau


Aku suka warna hijau, itulah kenapa aku sangat menyukai pemandangan hutan dan pegunungan. Kalau melihat pemandangan yang hijau, perasaanku jadi terasa segar dan semangatku menjadi menggeliat. Ini memang sangat subyektif, tapi para pecinta warna hijau pasti sangat paham betul akan hal tersebut.

Suatu ketika, aku pernah jalan-jalan dengan seorang teman dari Jakarta. Di hari pertama ia datang ke Pulau Lombok, ia begitu mudah lelah karena kami mengunjungi pantai-pantai. Ia suka tapi tidak sampai exited dan berucap "wow". Akan tetapi, saat kami mengunjungi daerah Sembalun dan Senaru yang terletak di kaki Rinjani, tak henti-hentinya ia berdecak kagum. Tak ada gurat lelah di wajahnya.


Salah satu destinasi wisata Lombok yang sangat cocok untuk pecinta hijau adalah Tebing Kelep. Aku sudah tiga kali jalan-jalan ke Tebing Kelep tapi aku selalu ingin kembali lagi. Tebing Kelep terletak di daerah Senaru Kabupaten Lombok Utara. Destinasi ini baru terkenal sekitar satu tahun terakhir karena lokasinya yang sangat fotogenic.

Tebing Kelep terletak di kebun kopi milik penduduk. Sebuah spot foto yang terbuat dari kayu dengan kapasitas empat orang menjadi magnet bagi para pengunjung untuk datang. Dari spot tersebut anda dapat melihat keindahan air terjun Tiu Kelep yang dikelilingi rimbun pepohonan. Tebing kelep sangat diminati oleh pengunjung terutama saat hari libur sehingga anda harus antri untuk dapat mengambil foto.


Jika anda penikmat kopi, anda bisa menikmati kopi khas Lombok sambil menghirup udara segar di tempat ini. Di sekitar Tebing Kelep, anda bisa melihat pohon kopi, pohon coklat atau kakao, serta pohon avocado milik penduduk. Anda tidak perlu khawatir berlama-lama di tempat ini karena lokasinya aman dan telah tersedia fasilitas umum seperti toilet.

Untuk mencapai lokasi Tebing Kelep, anda harus menggunakan sepeda motor melewati jalan tanah sekitar 15 menit. Jika anda memakai mobil, anda tidak perlu khawatir karena telah tersedia jasa ojek dengan tarif 20.000 rupiah. Jalur yang bisa anda tempuh jika ingin jalan-jalan ke Tebing Kelep yaitu Kota Mataram-Pusuk Lombok Utara-Senaru-Tebing Kelep.

Jumat, 20 Oktober 2017

Connecting Happiness Bersama UKM di Mataram Dalam Acara “JNE Ngajak Online”


Kamis (19/10/2017) bertempat di Hotel Puri Indah Kota Mataram, JNE mengadakan acara bertajuk “JNE Ngajak Online” yang diikuti oleh puluhan owner UKM di wilayah Kota Mataram.  Acara tersebut menghadirkan tiga orang pembicara yaitu Pak Taufik mewakili Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Indah Purwanti selaku pemilik Indah Mutiara Lombok mewakili pengusaha oleh-oleh khas Lombok, dan Dian Afrizal selaku Kepala JNE regional NTB.


Acara “JNE Ngajak Online” merupakan rangkaian acara yang diadakan dalam rangka memeriahkan ulang tahun JNE yang ke-27. Kota Mataram merupakan kota yang ke-18 atau kota terakhir tempat berlangsungnya acara tersebut. Sebelum di Mataram, “JNE Ngajak Online” telah diadakan di Tanjung Pandan, Bengkulu, Sorong, Jayapura, Samarinda, Palangkaraya, Banda Aceh, Jambi, Bontang, Tarakan, Palu, Manado, Gorontalo, Ambon, Pangkal Pinang, Cilegon, dan Kupang.



Mataram dipilih menjadi salah satu kota tempat diadakannya acara “JNE Ngajak Online” karena potensi UKM yang sangat bagus. Setelah semakin terkenalnya pariwisata Lombok, semakin banyak UKM yang memproduksi berbagai jenis oleh-oleh khas daerah. Dengan semakin berkembangnya dunia digital, pemasaran oleh-oleh khas Lombok telah menyentuh pasar nasional maupun internasional. JNE menjadi pilihan jasa pengiriman yang dilakukan para UKM untyuk mengirim barang kepada para costumer.

Pertumbuhan JNE Mataram mulai Januari-September 2017 meningkat 20%-30% dibandingkan dengan tahun lalu.Dian Afrizal selaku  Kepala JNE regional NTB menjelaskan bahwa pada September 2017 jaringan JNE di Kota Mataram memiliki 69 titik layanan dan menangani sekitar 7000 shipment setiap harinya. Dengan jumlah karyawan sebanyak 164 orang, JNE Mataram selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa pengirimannya.



Berikut 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang JNE

1.       Jaringan JNE di Seluruh Indonesia memiliki sekitar 6000 titik layanan mulai dari kota besar hingga tingkat kecamatan. Banyaknya titik layanan tersebut memberikan kemudahan kepada anda untuk melakukan pengiriman barang tanpa khawatir barang anda tidak sampai tujuan.
2.       Anda bisa memiliki member card (JNE Loyalty Card) untuk mendapatkan point disetiap pengiriman. Point tersebut dapat anda tukar dengan berbagai hadiah menarik. Tercatat kurang lebih 42 ribu orang telah menjadi member JLC di seluruh Indonesia. Jika anda pelaku bisnis UKM yang sering mengirim barang, ada baiknya menjadi member JLC.
3.       Anda tidak perlu repot jika ingin mengetahui banyak hal seputar JNE karena JNE memiliki akun media social seperti di twitter, facebook, instagram, youtube, dan linkedin atau anda juga bisa mengakses website jne.co.id dan mendowload aplikasi MY JNE di playstore.
4.       JNE melakukan strategi khusus untuk mengantisipasi peningkatan pengiriman saat Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru dengan menambah armada serta booking surat muatan udata di seluruh maskapai penerbangan.
5.       JNE mendukung UKM dari segi bisnis dengan mebuka kemitraan dan mendirikan PESONA (Pesanan OlehOleh Nusantara). Pada awalnya produkproduk PESONA dijual secara online, namun saat ini anda bisa update informasi produk terkini di pesonanusantara.co.id. Produk PESONA yang paling banyak dipesan dari Mataram adalah phoenix food, sambal encim, dan ethic coffe.



Kisah Sukses Indah Mutiara Lombok Bersama JNE

Dalam acara “JNE Ngajak Online”, Indah Purwanti selaku owner Indah Mutiara Lombok menceritakan kisah suksesnya berbisnis mutiara Lombok. Ia bercerita bahwa bisnis yang kini telah sukses tersebut diawali dari nol atau tanpa modal. Pada awal bisnis mutiara, Indah hanya sebagai dropshipper .

Awalnya Ia menjual mutiara Lombok secara online melalui facebook. “Jika ada yang beli mutiara Lombok, saya kirim lewat JNE.” Tutur wanita yang kini telah sukses memperkenalkan mutiara Lombok hingga ke mancanegara. Indah Mutiara Lombok sering mengikuti bazaar di luar negeri seperti di Lebanon, Malaysia, dan Singapura.

Dalam menjalankan bisnis online, Indah memberikan tips yaitu:

1. Istiqomah dalam berbisnis. Ia menjelaskan agar pelaku usaha jangan mudah menyerah jika barang yang diupload di media social tidak mendapat respon dari pembeli. Harus terus posting agar barang yang dijual bisa menarik perhatian.
2. Para pelaku bisnis online harus mengetahui trend media social yang sedang booming. Jika dulu facebook merajai pasar online, saat ini banyak yang beralih ke instagram.
3. Sediakan biaya promosi seperti endorse artis atau melakukan give away.
4. Pebisnis harus pandai mengelola keuangan. Jangan pernah mencampur uang pribadi dengan modal bisnis. Indah mengatakan bahwa sampai saat ini ia menggunakan sistim gaji pada dirinya sendiri meskipun ia sebagai owner bisnisnya.



Dukungan Pemerintah NTB kepada para pelaku UKM

Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang diwakili oleh Pak Taufik menyampaikan kepada para peserta “JNE Ngajak Online” bahwa pemerintan provinsi sangat mendukung berkembangnya UKM. Ia mendorong agar para pelaku UKM mulai serius menggarap pasar online agar jangkauan pemasaran lebih luas. “Para pengrajin harus memiki otak bisnis agar bisa mendapat keuntungan yang lebih besar,” jelasnya.

Kita tidak bisa memungkiri selama ini para pengrajin atau produsen oleh-oleh khas Lombok mendapat untung sedikit karena mengandalkan pemasran hanya kepada reseller atau toko oleh-oleh. Sebagai bentuk dukungan terhadap UKM dan seller online, Pemerintah Provinsi NTB telah melauncing ishopntb.com. Website tersebut   untuk membantu memasarkan berbagai produk daerah NTB .



Sabtu, 07 Oktober 2017

Sukses UKM Kuliner di Kota Mataram Bersama YDBA


"Jangan patah semangat. Harus punya kemauan yang tinggi. Jangan pernah gengsi. Fokus di satu bidang usaha. Modal uang bukanlah yang utama jika punya keinginan tinggi dan tidak mudah menyerah." Kalimat tersebut adalah pesan dari Ibu Wagini kepada siapapun yang sedang merintis usaha di bidang kuliner. 





Pada hari Jum'at (06/10/2017) saya dan sebelas orang blogger lainnya mendapat kesempatan untuk mengunjungi usaha catering Bu Kus yang dimiliki oleh Ibu Wagini. Saya terkesima melihat deretan piagam penghargaan yang memenuhi dinding rumahnya. Ada sebuah piala yang diletakkan di atas lemari kaca berderet dengan piagam dan sebuah boneka dari negeri sakura. Usaha catering ini terpilih sebagai UMKM mandiri kerajinan terbaik dalam ajang YDBA award tahun 2017 di Jakarta dan mengantar Ibu Wagini belajar selama dua Minggu ke Jepang.

Prestasi-prestasi yang diraih tidak terlepas dari usaha dan kerja keras Ibu Wagini dalam menjalankan usahanya. Usaha yang dirintis pada tahun 2009 hanya dengan modal awal 200 ribu rupiah saja. Awalnya, ia berjualan rawon dan lontong sayur di Jalan Udayana Kota Mataram. Pada tahun 2010, ia dipilih oleh Dinas Koperasi untuk belajar tentang bisnis kuliner ke Thailand. 


Usaha catering Ibu Wagini mulai pada tahun 2011. Kini, perempuan yang sebenarnya lulusan Fakultas Hukum dan pernah menjadi seorang pengacara ini telah memiliki 9 orang karyawan tetap dan 25-30 orang pekerja tidak tetap. Usaha cateringnya bisa melayani 2000 porsi setiap hari. Tentu bukan hal yang mudah menjadi pengusaha kuliner ditengah persaingan yang sangat tinggi saat ini. 

Ibu Wagini selalu menekankan quality control pada usahanya. Ia tak pernah berhenti berinovasi pada pelayanan dan tentu inovasi menu sajian makanan. Ia mencontohkan tentang kasus piring kotor dalam acara-acara pesta. Ia berinovasi dengan membuat keranjang piring kotor yang bagus dengan hiasan bunga agar orang-orang tertarik dan tidak melepas piring kotor sembarangan. Inovasi tersebut mendapat respon positif dari para klien.

Kesuksesan usahanya catering Bu Kus juga tidak terlepas dari loyalitas para pekerjanya. Saya sempat berbincang dengan salah seorang pekerja yang telah bekerja selama empat tahun. Pekerja tersebut mengatakan bahwa Ibu Wagini tidak pernah memperlakukan para pekerja seperti bawahan tetapi selalu memperlakukan mereka layaknya saudara. 



Saat ditanya tentang peran pendampingan dari YDBA, Ibu Wagini menjelaskan bahwa ia merasa sangat terbantu dengan pendampingan tersebut. YDBA sering melakukan pelatihan terkait quality kontrol, pembukuan, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan mendampingi usahanya menjadi UKM mandiri. Kunjungan kami ke usaha catering Bu Kus ditutup manis dengan suguhan makanan yang sangat menggugah selera. Saya mencicipi soto dan sate yang rasanya sangat enak. 

Selanjutnya kami menuju kantor PPKP untuk mengikuti acara kick off sektor unggulan UKM kuliner LPB Mataram. Dalam sambutannya, Pak Hendry C Widjaja menyampaikan alasan pendampingan bidang kuliner di Mataram tidak terlepas dari potensi pasar. Kemajuan pariwisata di Pulau Lombok membutuhkan banyak kuliner khas daerah sebagai oleh-oleh. YDBA melihat peluang pasar yang potensial tersebut dan membina 35 UKM kuliner di Kota Mataram.


Dalam acara tersebut, Pak Hendry menjelaskan kepada para pelaku UKM kuliner tentang program-program pendampingan yang dilakukan YDBA di daerah-daerah lain di Indonesia. Ada kisah sukses petani padi organik di Kalimantan. Ada juga kisah sukses pengusaha wajan dari bahan aluminium bekas di Jawa. Ia juga bercerita tentang berbagai macam tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM. Contohnya adalah dinamika UKM tenun di Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut Pak Hendry juga menyampaikan betapa pentingnya para pelaku UKM membentuk sebuah koperasi. Ia menyampaikan sebuah pesan phylosofis "Jika kita ingin berjalan cepat makan berjalanlah sendiri, tapi jika kita ingin berjalan jauh maka berjalanlah bersama-sama". Saat ini, UKM kuliner yang menjadi mitra LPB Mataram telah tergabung dalam koperasi serba usaha (KSU) cabe rawit. 


Acara ditutup dengan penandatanganan program sektor unggulan oleh Pak Hendry selaku ketua YDBA, ketua LPB, dan perwakilan dari UKM. Semoga UKM kuliner di Mataram semakin sukses dan berkembang agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa contoh produk UKM kuliner yang tergabung dalam KSU Cabe Rawit






Minggu, 17 September 2017

Eksotisme Air Terjun Mangku Sakti, Mangku Kodeq, dan Kuda Sembrani


Pulau Lombok memiliki beberapa destinasi wisata yang layak disebut surga tersembunyi seperti Pantai Telawas, Pantai Munah, Pantai Segui, Pantai Tunaq, Air Terjun Tiu Sekeper, Air Terjun Mangku Sakti, Mangku Kodeq, dan Kuda Sembrani. Menikmati perjalanan menuju destinasi-destinasi tersebut mengahdirkan kenangan perjalanan yang sangat membekas dalam ingatan saya. Keindahan pemandangan berbalut keseruan perjalanan yang penuh tantangan.

Dari semua kisah perjalanan saya mengunjungi surga tersembunyi di Pulau Lombok, perjalanan yang paling berkesan adalah saat jalan-jalan ke Air Terjun Mangku Sakti, Mangku Kodeq, dan Kuda Sembrani. Ketiga air terjun ini terletak di dalam hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tepatnya di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Perjalanan Seru Menuju Air Terjun Mangku Sakti, Mangku Kodeq, dan Kuda Sembani.


 Dari Kota Mataram saya dan dua orang kawan dari Jakarta mengunjung air terjun yang namanya baru booming di Pulau Lombok ini. Kami membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan untuk sampai di pintu tempat pembelian karcis. Harga karcis saat itu cukup murah yaitu 7.000 rupiah/ orang untuk wisatawan lokal. Perjalanan menantang dimuali pada titik ini. Jalan yang harus kami lewati tidak bisa dilalui dengan menggunakan mobil, kami harus menggunakan jasa ojek. Tarif ojek cukup mahal, pada awalnya mereka menyebut tarif Rp. 100.000. Setelah drama tawar menawar yang cukup alot, akhirnya disepakati tarif ojek sebesar Rp. 70.000. Ojek juga bisa merangkap sebagai guide lokal dengan menambah biaya guide sebesar Rp. 50.000. Jika ditotal, biaya yang harus kami keluarkan cukup mahal untuk tarif wisatawan lokal, akan tetapi harga tersebut malah menambah rasa penasaran dalam hati saya.

"Seindah apakah Air terjun di ujung perjalanan ini?" Begitulah pertanyaan yang memenuhi hati dan pikiran saya. Jalan yang harus kami lalui sangat buruk dan membuat saya sangat khawatir. Jalan tanah berbatu dan banyak tanjakan yang berkelok cukup tajam membuat perjalanan terasa sangat menantang. Tiba-tiba motor yang saya tumpangi mogok. Dua orang teman saya sudah melaju cukup jauh. Tidak ada sinyal internet. Suasana hutan sepi. Lengkap sudah suasana tersebut membuat saya hampir saja menyerah. Pak Indrawan selaku ojek saya berusaha menenangkan sambil terus mencoba menghidupkan motor. Beruntung sekali rasanya saat motor sudah bisa hidup kembali sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan.


"Kenapa jalan ini buruk sekali ya pak? Apakah tidak ada perbaikan jalan dari pemerintah? Kalau begini kan bisa berbahaya buat wisatawan yang berkunjung." Saya mulai cerewet melihat kondisi jalan yang kami lewati. "Jalan ini awalnya dibuat oleh swadaya masyarakat. Kami mengeraskan jalan di beberapa titik dengan dana dari pembelian karcis masuk. Akan tetapi, setelah air terjun Mangku Sakti, Mangku Kodeq, dan Kuda Sembrani tekenal, pihak Taman Nasional Gunung Rinjani mengambil alih uang pembelian karcis. Setelah itu, masyarakat tidak mau lagi memperbaiki jalan ini. Sekarang kita tunggu saja TNGR yang memperbaiki jalan." Penjelasan Pak Indrawan membuat saya paham. Saya berharap suatu saat pihak TNGR memperbaiki jalan tersebut agar lebih layak untuk dilewati wisatawan. Setelah sekitar 45 menit, akhirnya kami sampai di tempat parkir motor tempat teman saya menunggu.
Dari tempat parkir, kami harus tracking melewati hutan sekitar 20 menit. Track yang kami lewati tidak terlalu ekstrim, hanya jalan landai dan sesekali menurun. Sesekali saya mendengar suara burung hutan dan suara kawanan monyet yang melompat di pepohonan. Kami juga melewati bebatuan yang menurut Pak Indrawan merupakan bebatuan sisa letusan Gunung Samalas pada tahun 1257. Saya memperhatikan kontur bebatuan hitam tersebut dan sangat takjub dengan pemandangan yang saya lihat. Berhektar-hektar bebatuan hitam memenuhi wilayah ini. Pohon-pohon asam kerdil bisa tumbuh di atas bebatuan tersebut. Berpegangan pada akar-akar pohon kami turun menuju sungai yang menjadi aliran dari Air terjun Mangku Sakti.

Terpesona Debur Air Terjun Mangku Sakti


 Konon pada zaman dahulu ada seorang pertapa tua yang bertapa di Air Terjun ini. Mangku merupakan sebutan untuk seorang tetua adat yang dihormati di Desa Sajang. Mangku ini sifatnya  turun temurun hingga saat ini dan memimpin acara-acara ritual adat di Sembalun.

 Air Terjun Mangku Sakti memiliki debit air cukup besar dengan ketinggian sekitar 40 meter. Air terjun ini terbentuk dari aliran sungai dengan hulu Danau Segara Anak Rinjani. Air terjun ini warnanya berubah-ubah sesuai aktivitas dari Gunung Rinjani. Kadang airnya berwarna tosca yang artinya kandungan belerang di dalam air sedang tinggi. Akan tetapi, bila kandungan belerang sedang rendah airnya akan jernih dan agak hijau. Jika musim hujan, air terjun ini akan keruh karena airnya bercampur lumpur yang disebabkan oleh erosi.

Mandi dan berendam di Air Terjun Mangku Sakti dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit karena adanya kandungan belerang. Akan tetapi, pengunjung tidak dibolehkan untuk berenang terlalu dekat dengan posisi jatuhnya air terjun karena arusnya cukup keras. Jika anda mandi di air terjun ini, jangan sembarangan menaruh pakaian di atas bebatuan karena bisa terkena duri pohon bebie (nama pohon dalam bahasa sasak Lombok) yang menyebabkan gatal-gatal. Setelah puas menikmati keindahan Air Terjun Sakti, kami melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Mangku Kodeq.

Eksotisme Dinding Bebatuan Mangku Kodeq

Kodeq dalam bahasa sasak Lombok berarti kecil. Air terjun ini memang tidak terlalu besar, ketinggian airnya sekitar dua sampai tiga meter saja. Walaupun kecil, jangan pernah meremehkan air terjun ini karena Mangku Kodeq pernah menelan korban jiwa. Seorang wisatawan asal Jakarta meninggal di air terjun ini karena tenggelam akibat pusaran air yang sangat kuat.


Air Terjun Mangku Kodeq tersembunyi di balik dinding bebatuan yang sangat eksotis. Untuk bisa melihat ait terjun ini, kami harus berjalan melewati sungai yang diapit oleh dinding bebatuan sekitar 25 meter. Saat berada di dalam sungai tersebut, saya merasakan sensasi petualangan yang sangat berbeda. Air sungai tersebut tidak terlalu dalam, hanya sampai pinggang saya. Kami harus ekstra hati-hati karena di dasar sungai terdapat bebatuan yang cukup licin dan membuat kaki sakit. 

Kuda Sembrani yang Memikat Hati

 Tidak banyak wisatawan yang mengunjungi Air Terjun Kuda Sembrani karena biasanya mereka cukup puas dengan keindahan Mangku Sakti dan Mangku Kodek. Rasa penasaran saya harus saya tuntaskan sehingga saya melanjutkan perjalanan menuju air terjun tersebut. 
Track menuju Air Terjun Kuda Sembrani cukup melelahkan karena kami harus melewati bebatuan yang besar. Saya harus berpegangan pada akar-akar pohon agar tidak terjatuh. Suasana track agak mistis kalau menurut saya karena jarang dilalui. Semak-semak sedikit menutupi jalan setapak yang kami lalui. Air Terjun Kuda Sembrani membentuk aliran berkelok yang mirip dengan Mangku Kodeq. Aliran airnya membentuk kolam kecil yang bisa digunakan untuk berenang bagi pengunjung.

Petualangan hari itu sangat memuaskan. Meskipun harus melewati jalan yang buruk, suatu saat saya ingin kembali menikmati keindahan ketiga air terjun tersebut. Dari semua air terjun di Pulau Lombok yang pernah saya kunjungi, ketiga air terjun ini yang paling berkesan bagi saya. Keindahan air terjun berbalut eksotisme bebatuan yang tidak saya temukan di air terjun lainnya.

Jika anda penasaran dengan keindahan Air Terjun Mangku Sakti, Mangku Kodeq, dan Kuda Sembrani, anda bisa langsung pesan tiket menuju Lombok.


Dari Bandara Internasional Lombok, anda dapat menempuh rute : Bandara Internasional Lombok - Sembalun - Desa Sajang - Tempat Pembelian Karcis - Air Terjun Mangku Sakti - Mangku Kodeq- Kuda Sembrani.

Video Perjalanan Ke Mangku Sakti, Mangku Kodeq, dan Kuda Sembrani



Tips Mengunjungi Air Tejun Mangku Sakti, Mangku Kodeq, Kuda Sembrani

1. Hindari mengunjungi air terjun saat musim hujan karena jalan akan sangat licin dan hampir tidak mungkin untuk dilalui. Selain itu, air terjun akan keruh dan rentan terjadi banjir.
2. Sangat disarankan untuk memakai jasa ojek walaupun anda datang ke Sajang menggunakan motor. Jalan yang buruk membutuhkan keahlian dalam memilih jalan. Kalau tidak biasa, akan sangat berbahaya terutama saat melewati tanjakan. Ojek juga bisa merangkap guide lokal agar perjalanan lebih aman dan nyaman karena melewati hutan yang sangat sepi.
3. Jangan lupa membawa makanan dan minuman karena tidak ada penjual di sekitar air terjun.
4. Jika ingin ke Mangku Kodeq, jangan coba-coba berenang tanpa ditemani guide karena akan sangat berbahaya.

Estimasi Biaya Yang Diperlukan

Sewa mobil avanza include BBM dan driver Rp.600.000
Karcis masuk Rp. 7000/ orang
Biaya Ojek Rp. 70.000/ojek
Biaya guide lokal Rp. 50.000/ guide







Senin, 24 Juli 2017

Bercerai Dengan Televisi


Aku tertarik menulis tema ini karena ada seseorang yang berucap "Ema ini kebanyakan nonton sinetron". Ucapan itu cukup menggelitik bagiku karena aku sudah tidak ingat kapan terakhir kali aku menonton sinetron. Lebih parah lagi, aku tidak ingat kapan terakhir nonton televisi. Katrok banget kan? Aku berpisah dengan televisi saat aku SMA dan harus tinggal di kos. Setelah menikah, aku dan suami berkomitment untuk tidak memiliki televisi. Mungkin bagi banyak orang, tidak memiliki TV adalah hal yang "gak gaul banget", tapi bagi kami televisi itu "gak penting banget".

Dahulu ketika aku kecil, TV adalah barang yang sangat istimewa terutama di kampungku. Aku ingat saat ayahku membelikan aku TV saat usiaku empat tahun. TV hitam putih dengan merek nasional yang dinyalakan dengan aki. Saat itu dikampungku belum ada listrik dan TV tersebut adalah TV pertama dikampungku. Keberadaannya mampu menyedot perhatian semua orang sehingga rumahku selalu penuh oleh warga yang menonton. Di waktu-waktu tertentu seperti jika ada pertandingan sepak bola atau tinju, para penonton bisa memenuhi halaman rumah. Pemandangan yang terlihat seperti saat nonton layar tancap.

Kita tidak bisa pungkiri bahwa kontent yang ditayangkan oleh TV zaman dahulu dan zaman sekarang sangatlah jauh berbeda. Dulu tidak banyak sinetron alay sepetri sekarang. Mungkin kita masih ingat tayangan berjudul Sengsara Membawa Nikmat yang ceritanya diadopsi dari buku. Atau kisah Rama dan Shinta yang begitu melegenda. Dalam tayangan TV tidak akan kita temukan adegan-adegan tidak layak seperti percintaan anak-anak SMP/SMA. 

Tayangan TV zaman dulu juga ramah anak. Aku dulu sangat suka menonton acara anak-anak seperti dongeng bersama boneka susan. Kartun anak si unyil bersama Pak Raden. Dan yang selalu aku tunggu adalah acara lagu anak-anak bersama Maisy. trio kwek-kwek, Wafiq Azizah, dll. Acara-acara seperti ini sudah sangat jarang kita temukan di TV. Saat ini acara TV menampilkan penyanyi anak-anak tapi dengan anehnya menyanyikan lagu cinta orang dewasa.

Komitment untuk tidak memiliki TV begitu kuat dalam diriku setelah mengikuti acara bedah buku Saat Berharga Untuk Anak Kita bersama Fauzil Adhim. Ia menceritakan bahwa di rumahnya tidak ada TV. Ia dan istri berkomitment tidak memiliki TV agar anak-anak mereka lebih fokus membaca buku dan bermain. Ia menjelaskan bahwa terkadang ada ironi dalam rumah tangga dimana orang tua memaksa anak untuk rajin belajar, tetapi orang tua sendiri yang sibuk menonton TV. 

Keteladanan yang harus diberikan oleh orang tua kepada anak bukan hanya perkara agama misalnya sholat tepat waktu dan rajin mengaji. Orang tua juga memiliki kewajiban untuk memberi teladan dalam kegiatan sehari-hari seperti membaca buku. Idealnya, jika kedua orang tua rajin membaca buku dan berdiskusi tentang ilmu pengetahuan, anak-anak lambat laun akan mengikuti. Hal itu dibuktikan oleh Fauzil Adhim dan istrinya. Mereka memiliki waktu khusus menemani anak-anaknya dalam proses belajar tanpa harus terganggu oleh tayangan televisi.

Di zaman modern ini, kita juga memiliki alternatif tontonan selain televisi yaitu youtube. Tentu orang tua harus memfilter terlebih dahulu tayangan yang boleh ditonton oleh anaknya. Jika tidak mampu memfilter tayangan, ada baiknya orang tua mendownload tayangan-tayangan positif yang boleh ditonton oleh anak agar anak-anak bisa menonton secara offline. Sangat tidak baik jika orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk berselancar sendiri di dunia maya. Ada banyak sekali kontent negatif yang bisa jadi lebih merusak dari televisi.

Yang tidak kalah pentingnya adalah orang tua harus menemani anak-anak saat menonton agar bisa memberikan penjelasan. Tradisi diskusi memang harus dipupuk antara orang tua dan anak. Seperti kita ketahui bersama, rasa ingin tahu pada diri anak-anak sangatlah tinggi. Seorang anak biasanya akan bertanya tentang banyak hal saat menemukan pengetahuan baru dari tontonan. Kita sebagai orang tua kadang harus banyak belajar agar bisa menjawab pertanyaan mereka. Dan yang paling penting dari memiliki pengetahuan adalah memiliki kesabaran. 

So, di rumah  anda masih ada TV atau tidak? Jika masih ada, silahkan menimbang dengan adil apakah TV itu lebih banyak manfaatnya atau mudhoratnya? Dan yang paling penting, apakah keberadaan TV itu tidak menyita banyak waktu berharga untuk anak anda?

Note: Foto ilustrasi by google image.








Jumat, 21 Juli 2017

Ayo Kita Dukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)


"Sehat itu mahal, tetapi sakit lebih mahal lagi." Kalimat ini mengingatkanku pada satu percakapan di sebuah grup facebook. Saat itu ada seorang anggota grup yang mengeluhkan betapa mahalnya biaya hidup yang harus ia keluarkan jika setiap hari harus mengonsumsi makanan sehat. Harga daging yang tak pernah dibawah 100 ribu per kilogram, harga buah-buahan yang tak lagi murah. Aku tergelitik untuk berpikir lebih jauh tentang hal itu. Bukan menjadi pemandangan yang mengherankan saat kita melihat tempat-tempat makan yang menyediakan fast food (baca junk food) selalu penuh. Sudah menjadi hal yang lazim juga kita melihat seorang ibu menyuapi anaknya mie instant saban hari. Atau yang paling mengenaskan, lelaki dewasa yang menghisap asap rokok adalah pemandangan yang sangat biasa di kalangan masyarakat Indonesia. Permasalahan terkadang bukan faktor uang, tetapi paradigma masyarakat tentang pola hidup sehat.

Ditjen Kesehatan Masyarakat mengidentifikasi adanya pola hidup tidak sehat dalam masyarakat. Berdasarkan data riskesdas tahun 2007 dan tahun 2013,ada sejumlah  faktor risiko kesehatan yang terjadi dalam masyarakat yaitu penduduk kurang aktifitas fisik (26,1%), perilaku penduduk merokok sejak usia dini (36,3%), penduduk >10 tahun kurang mengknsumsi sayur dan buah (93,5%), penduduk >10 tahun minum minuman beralkohol (4,6%). Oleh karena itu, untuk mengajak masyarakat agar menjaga kesehatan, Kementrian Kesehatan RI melaunching program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). 


GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pada tahun 2016, Kemenkes RI melakukan sosialisai GERMAS di 100 kabupaten/kota dan pada tahun 2017 akan dilakukan sosialisasi GERMAS di 180 kabupaten/kota. Salah satu program yang dilakukan untuk mensosialisasikan GERMAS melalui media sosial adalah dengan menggandeng para blogger. 

Jum'at (14/7) di Ballroom Rinjani Hotel Aston Kota Mataram diadakan acara temu blogger kesehatan yang dihadiri sekitar 50 orang blogger. Acara tersebut mengahdirkan Sekjen Kemenkes RI, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes. dan Kepala Dinas Kesehata provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp. A. Sekjen Kemenkes berharap agar para blogger di NTB dapat menyebarkan informasi positif tentang dunia kesehatan kepada masyarakat. "Jangan sampai ada hoax seputar dunia kesehatan," kata beliau. Selanjutnya, beliau menyampaikan bahwa pada periode awal GERMAS fokus dengan tiga kegiatan yaitu: 



1. Melakukan aktifitas fisik 30 menit per hari

Saat ini, masyarakat lebih banyak melakukan aktifitas hanya dengan duduk saja. Pagi hari pergi bekerja dengan mobil atau motor, sangat jarang masyarakat yang berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Sampai di tempat kerja, untuk menuju lantai atas menggunakan lift, sangat sedikit orang yang mau menaiki tangga. Pekerjaan dilakukan sambil duduk di depan laptop dari pukul 09.00 sampai pukul 15.00 tanpa harus melakukan aktifitas fisik yang berarti. Pulang kerja, sampai rumah menonton televisi sambil makan aneka snack. Dengan aktifitas rutin seperti itu, penting bagi masyarakat untuk menjadwalkan waktu olahraga secara rutin setiap hari. 

Melakukan peregangan di sela-sela kegiatan kantor juga menjadi pilihan yang tepat. Hal tersebut sudah dicontohkan oleh pegawai  Kemenkes RI dimana setiap hari pukul 10.00 dan pukul 14.00 mereka melakukan peregangan selama tiga menit. 

2. Mengonsumsi buah dan sayur

Kebutuhan akan buah dan sayur sering disepelekan karena banyak orang menganggap makanan bergizi  hanya daging, ikan, ayam, dan telur. Pemahaman masyarakat akan gizi yang seimbang sangat penting. Misalnya, masyarakat di pedesaan yang dengan mudah memetik sayuran di sawah belum tentu suka mengonsumsi sayur. Mereka memilih untuk menjual sayuran dan membeli mie instant atau makanan cepat saji lainnya. 

Kita juga sering menemukan fenomena dimana seorang anak sangat susah untuk makan sayur. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor keluarga. Saya sering mengamati anak-anak kecil yang dari pagi bolak-balik ke warung untuk membeli snack. Seperti kita ketahui, snack tersebut banyak mengandung gula sintesis dan MSG. Kandungan gula pada snack menyebabkan seorang anak tidak merasa lapar sehingga kadang sulit sekali disuruh makan oleh ibunya. Rasa sayuran yang begitu berbeda dengan snack yang biasa mereka konsumsi membuat anak kecil terkadang susah memakan sayuran. 

3. Memeriksakan kesehatan secara rutin

Memeriksa kesehatan secara rutin sangat penting agar kita tahu bagaimana kondisi tubuh kita. Jangan sampai kita memeriksa kesehatan setelah kita merasa sakit karena bisa jadi dampak penyakit tersebut sudah parah. Kita harus rutin mengecek kandungan gula darah, kolesterol, serta tekanan darah setiap enam bulan sekali. Masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya karena sudah ada layanan BPJS.



Tiga fokus kegiatan GERMAS tersebut diharapkan bisa mengurangi penderita penyakit tidak menular yang kini banyak diderita masyarakat Indonesia. Masalah kesehatan sendiri telah mengalami pergeseran.Di masa lalu, persoalan penyakit menular merupakan masalah yang paling utama. Saat ini, masalah kesehatan terbesar justru pada penyakit tidak menular. Data menunjukkan bahwa periode1990-2015, kematian akibat PTM meningkat dari 37% menjadi 57%. Di sisi lain, kematian akibat penyakit menular menurun dari 56% menjadi 38%. 

Dalam acara temu blogger kesehatan, dr. Birry Karim menyebutkan bahwa penyakit tidak menular yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia adalah penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, stroke. Beliau menyampaikan 5 kiat hidup sehat agar terhindar dari PTM yaitu :

1. Menurunkan berat badan
2. Konsumsi makanan sehat
3. Tidak merokok
4. Tidak meminum minuman beralkohol
5. Mengelola stress

Semoga dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), cita-cita pemerintah untuk mewujudkan "Indonesia sehat" dapat tercapai. Kita sebagai masyarakat harus mendukung GERMAS setidaknya mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan keluarga. 











Selasa, 27 Juni 2017

Pesona Khazanah Ramadhan di Masjid Hubbul Wathan Lombok


Malam itu terasa begitu syahdu dengan lantunan ayat suci Al-qur'an yang dibaca oleh Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya yang berasal dari Yordania sebagai imam sholat tarawih di Masjid Hubbul Wathan Lombok. Sesekali ia membacanya dengan suara terbata diiringi isak tangis yang membuat air mataku tak tertahan lagi. Ramadhan kali ini terasa begitu dalam menyentuh relung kalbu masyarakat Lombok. Masjid Hubbul Wathan selalu penuh setiap malammya oleh jama'ah.

Diperkirakan ribuan orang selalu datang untuk mengikuti shalat tarawih bersama imam-imam yang berasal dari luar negeri. Mereka adalah Prof. Dr. Syeikh Khalid Barakat (Lebanon), Syeikh Ezzat eL-Sayyed (Mesir), Syeikh Mouad Douaik (Maroko), dan Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya (Yordania).

Di sepuluh malam terakhir, Islamic Center Lombok semakin penuh oleh masyarakat yang melakukan i'tikaf. Banyaknya jama'ah membuatku mengingat hiruk pikuk suasana MTQ di masjid itu tahun 2016 yang lalu. Ya, sejak peresmiannya, Islamic Center Lombok selalu dipenuhi oleh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Terpilihnya Pulau Lombok sebagai destinasi wisata halal dunia tidak luput dari komitmen pemerintah dalam melakukan berbagai macam promosi.

Di tahun 2017 ini pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Republika menggelar acara yang bertajuk Kampung Khazanah Ramadhan. Acara ini berlangsung pada tanggal 25 Mei hingga tanggal 25 Juni 2017 dan mengahdirkan berbagai acara yang sangat menarik bagi masyarakat dan wisatawan yang menikmati ramadhan di Lombok.



Melewati Jalan Langko Kota Mataram kita akan merasakan kemeriahan suasana kampung khazanah ramadhan dengan adanya lampion warna-warni dengan hiasan kaligrafi. Warna-warni yang menghiasi hingga Islamic Center tersebut menegaskan betapa masyarakat Lombok mampu hidup indah dalam suasana kebhinekaan. Lampion-lampion tersebut dipasang oleh organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di Kota Mataram. Di tengah maraknya isu intoleransi di Indonesia, suasana ramadhan di Lombok mampu menepis isu tersebut dengan tindakan nyata yang begitu indah dan mendamaikan.

Ketika aku mengendarai motor di malam hari saat menuju Islamic Center, aku dengan sengaja memelankan laju motorku agar bisa menikmati suasana itu. Sungguh hatiku merasakan kebahagiaan dan dari lubuk hati terdalam berdo'a agar toleransi antar umat beragama di NTB tetap terjalin indah.


Kemeriahan acara khazanah ramadhan begitu terasa saat aku memasuki gerbang Islamic Center. Aku sangat sering mengunjungi Islamic Center sebelumnya, tetapi ramadhan kali ini suasana Islamic Center terasa begitu berbeda. Aku takjub begitu melihat area parkir yang begitu luas penuh oleh kendaraan.

Gema lantunan ayat suci Al-qur'an begitu menggetarkan hati setiap pendengarnya. Di pelataran masjid sebelah timur terpajang kaligrafi-kaligrafi indah karya para peserta lomba. Aku terus meyusuri lorong sebelah selatan dan melihat foto-foto suasana keisalaman di Pulau Lombok dan Sumbawa. Aku selalu suka melihat pameran fotografi terutama saat objek fotonya adalah budaya dan bangunan masjid kuno.


Langit Kota Mataram diselimuti mendung. Gerimis mulai turun membuat suasana semakin syahdu dan khusyuk. Genangan air di pelataran Masjid Hubbul Wathan membuat refleksi bangunan masjid yang terlihat sangat indah. Aku melangkah memasuki masjid bagian selatan dan melihat bazar buku. Buku selalu menjadi candu buatku apalagi jika melihat tulisan diskon di keterangan harga. Selama acara khazanah ramadhan banyak buku-buku terbitan Republika yang bisa kita beli dengan harga yang sangat menggiurkan.

Sebuah upaya yang sangat bagus dari pemerintah provinsi NTB dan Republika dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat. Seperti kita ketahui bersama, di zaman serba online saat ini masyarakat lebih banyak berselancar di media sosial daripada membaca buku. Aku berharap bazar buku seperti itu bisa dilaksanakan secara rutin dan berkala.



Selain bazar buku, ada juga acara takshow bersama penulis nasional yaitu Habiburrahman El Shirazy dan Tere Liye. Aku jadi teringat pertemuan dengan kedua penulis tersebut di tahun 2015. Habiburrahman El Shirazy merupakan sahabat dari Tuan Guru Bajang (Gubernur NTB) sejak kuliah di Mesir. Kang Abik memiliki banyak sekali penggemar di Pulau Lombok. Wajar saja jika kehadiran beliau di acara pesona khazanah ramadhan di Islamic Center begitu menyedot perhatian banyak orang.

Banyak penggemar yang datang untuk mendengar sharing pengalaman beliau di dunia kepenulisan. Ada juga yang datang dengan membawa setumpuk buku untuk ditandatangani. Jika Kang Abik bersahabat dengan Tuan Guru Bajang, Tere Liye merupakan penulis yang karya-karyanya sangat disukai oleh putri TGB. Karya Tere Liye yang beberapa kali mengangkat setting lokasi di wilayah NTB seperti Gili Trawangan, Gunung Rinjani dan Pulau Bungin di Sumbawa. Seperti Kang Abik, Tere Liye juga memiliki banyak sekali penggemar di NTB. Seingatku kedatangan Tere Liye pada acara pesona khazanah ramadan merupakan kunjungan ketiga kalinya di Pulau Lombok.


Di samping tempat bazar buku terdapat pameran replika pedang Nabi Muhammad saw dan para sahabat. Dengan membayar infaq seikhlasnya, masyarakat bisa melihat dan mempelajari benda-benda yang sangat bersejarah dalam perkembangan agama islam tersebut. Entah mengapa ada rasa haru saat aku melihat benda-benda tersebut. Aku seolah dapat merasakan bagaimana Rasulullah saw berjuang dalam dakwah islam di zamannya. Perhatianku tertuju pada pedang Al-ma'thur yang merupakan pedang kesayangan Rasulullah saw.


Pedang Al-ma'thur memiliki tinggi sekitar 120 cm dan dalam sejarahnya Rasulullah saw sudah menggunakan pedang tersebut sejak usia beliau 15 tahun. Rasulullah saw membawa pedang tersebut saat berhijrah ke Madinah. Selama ini aku sangat suka membaca sejarah dakwah Rasulullah saw bersama sejarah perang yang ia jalani dalam perjuangan dakwahnya.

Melihat pedang Al-ma'thur, aku seolah kembali ke dalam lembaran buku-buku sejarah tersebut dan menyaksikan bagaimana dengan gagahnya Rasulullah memenangkan perang Badar dan perang-perang lainnya. Acara pameran replika pedang nabi dan para sahabatnya sangat berkesan bagiku karena selain menambah pengetahuan juga menambah kecintaanku kepada Rasulullah saw dan sunnahnya.

Aku melangkah menuju halaman sebelah barat Islamic Center tempat digelarnya bazar khazanah ramadhan. Pemerintah provinsi NTB menyediakan stand bazar kerajinan dan kuliner. Para pengunjung dapat menikmati aneka makanan khas Lombok seperti pelecing kangkung dan sate bulayak di stand kuliner. Saat sore hari, aneka panganan untuk berbuka juga dapat masyarakat beli di bazar kuliner tersebut.

Aku tertarik untuk masuk ke stand bazar craft tapi agak sedikit kecewa karena saat itu stand bazar didominasi penjual pakaian muslim. Aku berpikir bahwa akan lebih menarik jika stand bazar craft diisi oleh penjual kerajianan tangan khas Lombok seperti gerabah, mutiara, anyaman rotan, aneka kain tenun Lombok.




Aku sempat berbincang dengan Ibu Sari, salah seorang penjual busana muslim untuk anak-anak. Ia mengaku dapat meraup omset sekitar seratus ribu hingga sejuta rupiah dalam sehari. Ia sangat berharap agar acara-acara seperti ini sering digelar oleh pemerintah karena dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Senada dengan Ibu Sari, salah seorang penjual mainan anak-anak beranama Pak Andi juga mengaku sangat terbantu dengan adanya event pesona khazanah ramadhan ini. Ia dapat meraup omset seratus ribu hingga tiga ratus ribu dalam sehari.

Angka tersebut cukup sulit ia dapatkan di hari-hari biasa. Untuk mendukung para pebisnis di NTB, pesona khazanah ramadan juga menyelenggarakan talkshow bersama pebisnis muda yaitu Sally Giovani. Pemilik bisnis batik trusmi tersebut berbagi pengalaman bisnis kepada masyarakat NTB. Malam semakin larut, aku pulang meninggalkan gemerlap lampu warna-warni Masjid Hubbul Wathan. Aku masih menyimpan rasa penasaran karena belum menaiki menara 99 atau menara asma'ul husna.


Keesokan harinya aku kembali mengunjungi kampung pesona khazanah ramadhan. Aku langsung menuju ke loket pembelian karcis untuk menaiki menara asma'ul husna. Dengan membayar karcis seharga lima ribu rupiah aku langsung memasuki lift ditemani oleh Pak Sadam selaku petugas. Menara asma'ul husna dibuka setiap hari jam 09.00 sampai dengan jam 17.00.

Tidak hanya umat islam yang bisa berkunjung ke Islamic Center dan menaiki menara ini, wisatawan non muslim juga diperbolehkan berkunjung dan pihak pengelola menyediakan pakaian khusus yang menutupi aurat.

Di dalam lift aku sempat berbincang dengan Pak Sadam, beliau mengatakan bahwa waktu terbaik untuk menaiki menara asma'ul husna adalah saat pagi dan sore hari. Saat pagi hari pengunjung dapat melihat keindahan Gunung Rinjani dan sore hari pengunjung dapat menikmati sunset. Kami sampai di lantai 9 dari menara dan sangat takjub dengan pemandangan yang aku lihat. Aku bisa melihat Kota Mataram secara keseluruhan, selain itu pemandangan bukit-bukit di Lombok Barat juga terlihat sangat memesona.

Yang paling membuatku terkesan berada di atas menara ini adalah aku bisa melihat deretan kubah-kubah masjid yang menghiasi pemukiman penduduk Kota Mataram. Ada banyak sekali kubah masjid dan menegaskan betapa Pulau Lombok memang layak mendapat julukan pulau seribu masjid.



     
Setelah puas menikmati pemandangan di lantai sembilan, kami kembali menaiki lift untuk menuju lantai tertinggi menara asma'ul husna yaitu lantai ke-13. Dari lantai 13 kita tidak bisa langsung menikmati pemandangan ditemani hembusan angin karena tertutupi oleh kaca dengan tujuan keamanan. Di lantai 13 ini aku melihat ada dua orang wisatawan asing yang sedang berkunjung. Sekali lagi aku menyaksikan bahwa isu intoleransi antar umat beragama hanyalah hoax belaka.

Jika anda tak percaya bahwa umat islam mampu hidup berdampingan dengan umat lain, sesekali datanglah ke masjid Hubbul Wathan atau Islamic Center Lombok.

Saat turun ke lantai dasar, aku sempat berbincang dengan Pak Zuhri selaku petugas di Masjid Hubbul Wathan. Ia sangat berharap agar lebih banyak masyarakat Lombok dan wisatawan yang berkunjung ke menara asma'ul husna. Ia mengatakan bahwa masih banyak masyarakat Lombok yang belum tahu bahwa kita dapat melihat pemandangan dari atas menara tersebut.

Aku sangat berharap kemeriahan dan hiruk pikuk suasana pesona khazanah ramadhan di Pulau Lombok bisa terus dipertahankan. Jangan sampai setelah ramadhan berlalu masjid yang megah ini menjadi sepi jama'ah. Azan zuhur berkumandang bersama iringan langkah para jama'ah. Aku menatap wajah-wajah terbasuh air wudhu memasuki masjid dengan sajadah di pundak. Suasana ramadhan di Lombok yang akan selalu berkesan bagiku. Semoga kita bertemu dengan kampung pesona khazanah ramadhan di tahun berikutnya.

Video Pesona Khazanah Ramadhan Islamic Center Lombok




"Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #RamadhanDiLombok 2017 yang diselenggarakan REPUBLIKA dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat"

Kamis, 15 Juni 2017

Pesona Masjid Kuno Hingga Masjid Modern di Pulau Lombok

Tugu Giri Menang Lombok Barat (dokumentasi pribadi)

      "Selamat datang di Lombok, pulau seribu masjid." Tugu Giri Menang dengan bentuk masjid seolah memberikan sambutan bagi siapapun yang datang ke Pulau Lombok. Pulau Lombok kini menjadi sorotan bagi wisatawan nasional bahkan wisatawan dunia setelah menyabet gelar world best halal destinasion dan world best halal honeymoon destination pada tahun 2015 yang lalu. "Koq bisa Lombok terpilih dalam ajang bergengsi kelas internasional tersebut?" Ada banyak benak yang bertanya dan seolah tak percaya karena saat itu Pulau Lombok menyingkirkan destinasi lainnya yang jauh lebih populer seperti Malaysia, Thailand, dan Turki. Saya masih mengingat bagaimana gegap gembita masyarakat Lombok setelah menyabet kedua gelar bergengsi tersebut.  Dua gelar bergengsi tersebut menjadi titik awal melonjaknya kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok.

Ilya muslimah backpacker asal Malaysia di Masjid Kampung Sade
(dokumentasi pribadi)

       Pesona 1000 masjid yang ada di Pulau Lombok menegaskan betapa layaknya Lombok menjadi destinasi wisata halal dunia. Sebenarnya, jumlah masjid di Pulau Lombok lebih dari seribu karena hampir setiap kampung memiliki masjid. Berdasarkan data BPS Provinsi NTB pada tahun 2014, jumlah masjid di Pulau Lombok sebanyak 3.822 masjid. Persebaran lokasi masjid di Pulau Lombok paling banyak di Lombok Tengah yaitu 1460 masjid, di Lombok Timur terdapat 1345 masjid, di Lombok Barat terdapat 659 masjid, di Lombok Utara 232 masjid, dan paling sedikit di Kota Mataram yaitu 126 masjid. Angka tersebut sudah pasti meningkat di tahun 2017 ini karena setiap kampung di Pulau Lombok seolah-olah berlomba dalam membangun masjid. Masjid-masjid yang ada di Pulau Lombok sebagian besar dibangun dengan swadaya masyarakat, hanya beberapa masjid saja yang pembangunannya melibatkan andil pemerintah seperti masjid-masjid agung di setiap kabupaten.

       Pulau Lombok menjadi destinasi yang sangat tepat bagi anda untuk menikmati wisata religi terutama di bulan ramadan seperti saat ini. Suara lantunan azan yang saling bersahutan dari setiap menara masjid menjadi warna tersendiri dalam menambah kesyahduan pesona ramadhan di Pulau Lombok. Saat malam hari, masyarakat akan menghiasi kehusyukan ibadah anda dengan suara tadarusan. Lantunan ayat-ayat suci akan menemani anda hingga terlelap. Tak perlu khawatir akan terlambat bangun makan sahur karena marbot setiap masjid akan membangunkan anda mulai jam 3 hingga waktu imsak tiba melalui speaker masjid. Pada siang hari anda bisa melakukan wisata religi dengan mengunjungi masjid-masjid yang ada di Pulau Lombok. Berikut saya akan menuliskan 5 wisata masjid yang paling menarik untuk anda kunjungi jika berlibur ke Pulau Lombok.

1. Masjid Kuno Gunung Pujut


Masjid kuno Gunung Pujut (dokumentasi pribadi)
         Masjid Kuno Gunung Pujut cukup unik dibandingkan masjid lainnya di Pulau Lombok karena terletak di puncak gunung. Gunung Pujut sebenarnya lebih layak disebut bukit karena gunung ini tidak terlalu tinggi. Untuk mencapai Masjid Kuno Gunung Pujut kita harus menaiki ratusan anak tangga dan cukup melelahkan. Saya sering berkunjung ke Masjid Kuno Gunung Pujut bersama keluarga. Karena pemegang kunci masjid masih ada hubungan kekerabatan dengan keluarga saya maka dengan mudah kami meminjam kunci agar bisa masuk ke dalam masjid. Masjid ini sudah tidak dipakai, akan tetapi terkadang ayah saya dan keluarga besar mengadakan acara di masjid ini, biasanya selepas hari raya Idul Fitri.

 "Dahulu ketika kecil saya di aqiqah di masjid ini." Ucap papuq Ese  saat kami menaiki satu demi satu anak tangga. Kenangan masa kecil bersama keluarga membuat kaki tuanya yang telah keriput begitu kuat melangkah. Masjid Kuno Gunung Pujut di bangun oleh salah satu raja Pujut yang bernama Pangeran Sange Pati pada tahun 1008. Letak masjid di puncak gunung merupakan salah satu strategi agar masyarakat bisa mendengar suara bedug di setiap waktu shalat. 

Bedug di dalam Masjid Kuno Gunung Pujut (dokumentasi pribadi)

    Selain bedug, di dalam masjid juga terdapat mimbar yang terbuat dari kayu sebagai posisi khatib. Secara arsitektur, masjid ini layaknya bangunan masyarakat Pujut zaman dahulu yang terbuat dari pagar bambu dan atap rumput ilalang. Terdapat empat buah tiang penyangga utama dan 28 tiang lain sebagai penyangga pagar bambu. Masjid ini telah mengalami renovasi untuk mengganti pagar banbu dan atap ilalangnya saja. Di luar masjid kuno kini terdapat berugaq yang memiliki enam tiang yang disebut berugaq sekenam. Berugaq tersebut dibangun oleh H.Saleh Ibrahim dan sebenarnya bukan dari bagian masjid sejak awal mula dibangun.


2. Masjid Kuno Rembitan

Masjid Kuno Rembitan (Dokumentasi pribadi)



    "Apakah mbak tidak sedang menstruasi?" Pertanyaan dari juru kunci Masjid Kuno Rembitan tersebut sangat mengejutkan saya. Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan karena aturan di masjid kuno ini tidak membolehkan perempuan yang sedang menstruasi untuk masuk ke dalam lingkungan masjid. Selain itu, wisatawan non muslim juga tidak boleh masuk. Saat saya berkunjung ke masjid ini, ada beberapa wisatawan non muslim yang hanya bisa melihat masjid dari luar pagar.

     Selama ini banyak orang salah mengira bahwa Masjid Kuno Rembitan adalah masjid yang berada di Kampung Adat Sade. Masjid Kuno Rembitan yang sebenarnya terletak di Kampung Rembitan, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok tengah. Masjid Kuno Rembitan dibangun oleh seorang wali yang bernama Wali Nyatoq sekitar abad ke-16 masehi. Secara arsitektur bangunan masjid ini mirip dengan Masjid Kuno Gunung Pujut yang diangun dengan pagar bambu, atap ilalang, dan lantai tanah. Di dalam masjid juga terdapat sebuah bedug dan mimbar.

      Memasuki masjid ini, saya sangat salut karena masjid ini ternyata masih dipakai untuk kegiatan ibadah sholat lima waktu. Berhubung saat itu waktu ashar telah tiba, saya akhirnya berkesempatan untuk sholat di masjid tersebut. Masjid ini juga masih dipakai dalam peringatan hari besar agama islam seperti maulid Nabi Muhammad saw. 


3. Masjid Kuno Kotaraja ( Masjid Raudlatul Muttaqin)



Gerbang Masjid Kuno Kotaraja (dokumentasi pribadi)
         Saya sering melewati masjid ini saat pulang kampung ke Lombok Timur. Jika saya lihat sekilas dari luar, tidak nampak bahwa masjid ini adalah masjid kuno. Suatu sore saya memilih mampir untuk sholat ashar dan melihat bagian dalam masjid. Betapa takjubnya saya melihat bahwa bagian dalam masjid yang merupakan bangunan masjid yang begitu unik dihiasi ukiran kaligrafi dengan warna keemasan.

    Haji Lalu Irsyad sebagai juru kunci masjid menjelaskan bahwa dahulunya masjid ini terletak di Desa Loyok, akan tetapi karena alasan geografis, setelah 200 tahun di Loyok masjid ini dipindahkan ke Kotaraja pada tahun 1679 masehi sehingga diperkirakan masjid ini telah dibangun sejak abad ke-14. Masjid Kuno Kotaraja dibangun oleh Raden Sute Negare, Raden Lung Negare, dan Raden Mas Odaq. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi sehingga bagian masjid yang tetap dipertahankan adalah empat buah tiang penyangga utama, sebuah tumpang pataka, dan sebuah bedug.

Kaligrafi di dalam Masjid Kuno Kotaraja (dokumentasi pribadi)

    Masjid ini masih dipakai untuk ibadah selayaknya masjid lainnya jadi setiap waktu sholat lima waktu dan sholat jum'at masjid ini banyak dikunjungi jama'ah. Di bagian belakang masjid terdapat satu ruangan yang digunakan sebagai tempat pembelajaran Al-qur'an bagi anak-anak. Ada juga makam para pendiri masjid di bagian belakang yang biasa diziarahi jika anda berkunjung ke masjid ini.


4. Masjid Krayon Sembalun


Yanti muslimah traveler asal sukabumi di masjid Al-Mujahidin (dokumentasi pribadi)
Masjid krayon, begitulah orang-orang menyebut Masjid Al-Mujahidin yang terletak di Dusun Bebante, Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur ini. Masjid yang sangat indah dengan design arsitektur yang unik ini mampu menarik perhatian para wisatawan yang berkunjung ke Sembalun. Saya beberapa kali membawa wisatawan untuk mampir sholat zhuhur di masjid ini. Saat waktu sholat tiba, sang marbot akan mengumandangkan azan yaang diikuti datangnya jama'ah dari sekitar masjid.

Masjid ini sangat cantik saat diabadikan dalam gambar karena keunikan masjid bersanding dengan keindahan pegunungan di Sembalun. Ibu-ibu mengenakan mukena menyapa setiap yang datang dengan ramah. Suasana islami berbalut keindahan alam Sembalun seolah menegaskan betapa gelar world best halal honeymoon destination 2016 sangat pantas untuk wilayah Sembalun.

5. Masjid Hubbul Wathan (Islamic Center Lombok)


Masjid Hubbul Wathan (dokumentasi pribadi)

        Wisata masjid anda di Pulau Lombok tidak akan lengkap jika anda tidak mengunjungi Masjid Hubbul Wathan atau yang lebih dikenal dengan Islamic Center. Masjid ini diresmikan pada tahun 2016 dan pertama kali dipakai sebagai lokasi utama acara MTQ tingkat nasional. Aku masih mengingat bagaimana masyarakat Pulau Lombok tumpah ruah saat menonton acara MTQ. Saya masih mengingat betapa di tahun 2009 rencana pembangunan masjid ini banyak menuai pro dan kontra karena pembangunannya telah merelokasi tiga sekolah. Akan tetapi cita-cita besar Tuan Guru Bajang selaku Gubernur NTB terbukti sudah dengan dijadikannya masjid ini sebagai pusat kegiatan islam di Pulau Lombok.

      Pada bulan ramadhan kali ini pemerintah provinsi NTB bekerjasama denga Republika menggelar acara bertajuk pesona khazanah ramadan. Acara ini mampu menyedot perhatian masyarakat karena dimeriahkan dengan banyak acara seperti pameran replika benda-benda peninggalan zaman Rasulullah, acara bazar, pemilihan da'i cilik, workshop dan talkshow bersama pebisnis muslimah nasional dan penulis, serta acara-acara lainnya.


    Semoga informasi mengenai masjid di Pulau Lombok ini bisa menambah referensi bagi anda yang ingin wisata religi dan menikmati pesona khazanah ramadan di pulau seribu masjid. Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog yang diadakan oleh generasi pesona Indonesia Lombok Sumbawa.