Jumat, 19 Mei 2017

iB Vaganza Bersama OJK di Pulau Seribu Masjid


     "Bank NTB akan menjadi bank daerah kedua di Indonesia setelah Aceh yang akan dikonversi menjadi bank syari'ah." Kalimat tersebut cukup menarik perhatianku. Dalam hati aku bertanya, "Mengapa harus dikonversi menjadi bank syari'ah?. Mengapa tidak tetap saja menjadi bank konvensional?"

       Jum'at 19 mei 2017, aku dan beberapa orang blogger Lombok mengikuti acara talkshow mengenai perbankan syari'ah. Acara tersebut merupakan rangkaian acara iB vaganza yang diadakan oleh OJK selama tiga hari di Kota Mataram.

"Apa itu OJK?" Pertanyaan ini menjadi pertanyaan pembuka yang dilontarkan oleh MC kepada pemateri.

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU No.21 tahun 2011 yang berfungsi  menyelenggarakan sistim pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. OJK merupakan lembaga independen yang bekerja tanpa campur tangan pihak lain. Selain melakukan pengawasan dan perlindungan, OJK juga memberikan edukasi kepada masyarakat salah satunya adalah pemahaman tentang perbankan syari'ah.



"Apa sih bank syari'ah itu?"

       Berdasarkan UU No.21 tahun 2008, bank syari'ah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syari'ah. Prinsip syari'ah dalam operasional perbankan melarang beberapa hal yaitu:
1. Riba yaitu penambahan pendapatan secara tidak sah.
2. Maisir yaitu transaksi yang tidak pasti dan bersipat untung-untungan.
3. Gharar yaitu transaksi yang objeknya tidak jelas.
4. Haram yaitu transaksi yang objeknya dilarang syari'ah.
5. Zalim yaitu transaksi yang menimbulkan ketidakadilan bagi pihak lain.
6. Ikhtikar yaitu praktik penimbunan.

     Dalam operasionalnya, bank syari'ah melakukan 5 prinsip yaitu: Prinsip kemitraan (ta'awun), prinsip keadilan (saling ridho), prinsip keseimbangan (tawazun), prinsip keuniversalan (rahmatan lilalamin), prinsip kemanfaatan (kemaslahatan).

     Dengan melihat data bahwa 90% masyarakat NTB adalah muslim, diharapkan perbankan syari'ah di NTB akan semakin maju. Masyarakat tidak perlu ragu karena perbankan syari'ah akan mesuport masyarakat untuk membangun industri, bisnis, dan juga mesuport usaha kecil menengah. Untuk NTB perbankan syari'ah akan sangat mesuport usaha-usaha yang bergerak di bidang pariwisata. Seperti kita ketahui, NTB terutama Lombok sedang  tumbuh perekonomiannya sejalan dengan majunya industri wisata halal.


"Apa sih perbedaan antara bank syari'ah dan bank konvensional?"

        Meski masyarakat Indonesia lebih banyak beragama islam, akan tetapi jumlah nasabah bank syari'ah masih jauh di bawah jumbah nasabah bank konvensional. Masyarakat harus bisa memahami perbedaan antara bank syari'ah dan konvensional agar bisa memilih bank yang tepat. Berikut beberapa perbedaanya:

1. Bank syari'ah berinvestasi pada usaha yang halal, sedangkan bank konvensional berinvestasi pada usaha yang halal maupun haram.
2. Bank syari'ah berdasarkan bagi hasil, sedangkan bank konvensional berdasarkan sistim bunga.
3. Pada bank syari'ah besaran bagi hasil berubah-ubah sesuai kinerja usaha, sedangkan pada bank konvensional besaran bunga tetap.
4. Pada bank syari'ah berorientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat, sedangkan pada bank konvensional hanya profit oriented.
5. Pola hubungan bank dan nasabah pada bank syari'ah berupa kemitraan, sedangkan pada bank konvensional hanya sebatas debitur dan kreditur.
6. Pada bank syari'ah memiliki pengawasan syari'ah yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Syari'ah.

Dengan memahami perbedaan tersebut, diharapkan masyarakat akan lebih tertarik untuk menabung ataupun bertransaksi dengan perbankan syari'ah.

     Selain acara talkshow tentang penbankan syari'ah, para pengunjung acara iB vaganza juga bisa menonton perlombaan marawis yang diikuti empat finalis. Ada juga beberapa stand quiz yang akan memberikan berbagai macam doorprise seperti voucher, emas, TV, hingga sepeda motor. So, tunggu apalagi, yuk ke acara iB Vaganza bersama OJK di Lombok Epicentrum Mall Kota Mataram.




Padusi Hijab Menyapa Islamic Center Lombok


      Pulau Lombok terkenal dengan julukan pulau seribu masjid. Hampir setiap kampung di Pulau Lombok memiliki masjid sebagai sentra ibadah bagi masyarakat. Di tengah Kota Mataram kini berdiri masjid Hubbul wathan atau yang biasa disebut dengan islamic center. Selain dijadikan sebagai pusat kegiatan ibadah, islamic center juga dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata halal di Pulau Lombok.

      Hari ini, untuk kesekian kalinya aku mengunjungi islamic center. Dengan mengenakan padusi hijab berwarna keemasan, aku merasa seolah menjadi bagian dari gemilang warna islamic center. Warna keemasan yang menjadi lambang bagi kejayaan akan membuat setiap yang memakai sanggup memancarkan aura keanggunan.


          Langkah demi langkah menaiki anak tangga islamic center mampu membuatku menyesap aroma kesejukan. Desau angin magrib hari ini mengantar langkahku mendengar sayup pengajian yang sedang disampaikan oleh seorang ustadz di depan mimbar masjid. Memasuki masjid dan pergi mengambil air wudhu untuk menyucikan diri dan hati. Padusi hijab dengan warna keemasan itu masih tertata rapi bahkan ketika aku memakainya kembali tanpa cermin.


     Aku merasakan kebahagiaan sebagai seorang muslimah yang diberikan hidayah oleh Allah untuk menutup aurat. Menggunakan hijab bukanlah hal yang mudah bagi seorang perempuan yang aktif dan cenderung menyukai alam bebas sepertiku. Itulah sebabnya aku selalu memilih hijab dengan kain yang tidak mudah kusut dan kain yang mudah dibentuk atau tidak licin. Padusi hijab menjawab kebutuhanku karena hijab dengan kain rawis ini sangat mudah dibentuk dan tidak kusut meski dipakai hingga malam hari. Selain hijab segi empat, padusi hijab juga menyediakan hijab pashmina instan untuk yang tidak mau repot memakai jarum.

Adek munkbiee dengan pashmina instan




     Malam semakin gelap, suara adzan isya berkumandang dari menara islamic center. Geliat keislaman di Kota Mataram membuatku mengingat sebuah daerah yang juga terkenal dengan tradisi keislamannya. Padang, sebuah kota yang sering kubaca di buku-buku penyair sastra lama. Logo padusi hijab yang menyerupai rumah gadang seolah membawa anganku jauh menembus batas ke negeri padang nun di sana.Tanah padang yang telah melahirkan seorang perempuan yang ingin menjadikan padusi hijab bisa membantu muslimah Indonesia menutup auratnya.

Bagi teman-teman yang ingin tampil elegan dan sholehah dengan hijab padusi, silahkan klik Padusi hijab ya..)



Jumat, 05 Mei 2017

Melawan Hoax di Era Digital

   

        A hoax is a deliberately fabricated falsehood made to masquerade as the truth (Wikipedia). Di era digital saat ini, penyebaran hoax menjadi fenomena yang dengan mudah kita temukan terutama di media sosial. Kurangnya tradisi literasi media yang disokong dengan kecepatan akses internet menjadi faktor utama menjamurnya penyebaran berita hoax di kalangan masyarakat. Indonesia merupakan negara dengan pengguna internet yang sangat tinggi. Pada 2016, total pengguna aktif internet di Indonesia mencapai 132,7 juta. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dari jumlah tersebut sekitar 29,2 persen berusia antara 35 -44 tahun. Tidak hanya itu, kategori terbesar kedua sebesar 24,4 persen adalah kelompok usia 24 -34 tahun. Untuk usia remaja dari 10 -24 tahun mengisi 18,4 persen dari total pengguna internet. Dan hanya 10 persen pengguna yang usianya lebih dari 55 tahun.

          Sebagaian besar pengguna internet di Indonesia menggunakan internet dengan tujuan untuk mengakses media sosial. Badan Pusat Statistik Indonesia menyebutkan bahwa 80,05 persen penduduk mengakses internet untuk keperluan media sosial dan 73,50 persen dengan tujuan mencari berita atau informasi. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna pengguna facebook terbesar ke-dua di asia dengan jumlah pengguna 88 juta. Selain itu, Indonesia juga menjadi negara pengguna twitter terbesar ke-tiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India dengan jumlah pengguna 24,34 juta.

        Eksistensi masyarakat Indonesia di media sosial menjadi pemicu penyebaran hoax. Hanya dengan sekali klik tombol share maka informasi yang belum pasti kebenarannya menjadi konsumsi publik. Mudahnya masyarakat mengkonsumsi hoax bahkan menjadi peluang bisnis bagi para pencari dolar lewat klik iklan. Banyak portal media online yang hanya menyajikan berita-berita dengan judul heboh dan isi provokatif dengan tujuan agar situsnya viral dan terkenal.

       Kecendrungan mengakses berita lewat media online membuat masyarakat Indonesia mulai meninggalkan media cetak berupa koran ataupun majalah. Hal tersebut telah menggerus belanja iklan pada media cetak sehingga memberi dampak bagi penurunan iklan media cetak sepanjang 2015-2016. Belanja iklan koran sepanjang tahun 2016 mengalami penurunan 4,5 persen menjadi Rp. 29,4 triliun dari posisi tahun 2015.Demikian pula iklan majalah pada tahun 2016 juga menyusut 15,8 persen menjadi Rp. 1,6 triliun dari tahun sebelumnya. Sebagai sebuah bisnis, media memerlukan iklan yang akan menopang keberlangsungan bisnisnya. Hal tersebut sering memunculkan pendapat bahwa “a bad news is a good news,” karena berita yang sering laku dibaca masyarakat adalah betita buruk yang sering berhubungan dengan darah, air kelamin, dan air mata.

         Penyebaran berita hoax memiliki dampak yang sangat buruk di kalangan masyarakat. Ada banyak keresahan, perdebatan, bahkan pertikaian diakibatkan oleh berita hoax. Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu sempat mencuat berita hoax tentang penculikan anak. Berita penculikan anak tersebut menjadi viral dan menyebabkan keresahan di masyarakat. Para orang tua menjadi takut membiarkan anaknya bermain di luar rumah. Paranoid yang melanda masyarakat membuat mereka mudah curiga terhadap orang baru yang datang ke kampung atau lingkungannya.
Lombok Timur – Isu hoax tentang penculikan anak menimbulkan korban. Seorang peminta sumbangan untuk pembangunan masjid menjadi bulan-bulanan warga Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur (Lotim). Pria yang diketahui bernama Sulaiman asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dituduh sebagai pelaku penculik anak oleh warga. Sontak saja warga melakukan pengeroyokan terhadap korban.” Berita yang dimuat kicknews.today pada tanggal 27 Maret 2017 menjadi salah satu bukti dampak buruk dari penyebaran berita hoax.

        Melihat dampak buruk yang ditimbulkan oleh penyebaran berita hoax, penting bagi masyarakat untuk lebih teliti dalam menilai sebuah pemberitaan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tidak terjebak pada pusaran berita hoax adalah sebagai berikut:

Pertama, kenali situs berita online yang kredibilitasnya teruji. Banyaknya situs online bisa membuat masyarakat kebingungan, akan tetapi ada beberapa situs berita yang memang sudah teruji. Akuratnya sebuah berita bisa dinilai dari eksistensi situs tersebut karena jika situs tersebut sering menyebarkan hoax, secara otomatis pembacanya akan berpindah ke situs yang lain.

Kedua, kenali keberpihakan politik sebuah situs berita. Bukan menjadi rahasia umum bahwa banyak situs berita di Indonesia yang berpihak kepada salah seorang politisi ataupun partai politik. Masyarakat perlu melakukan komparasi terhadap berita-berita yang dimuat dalam situs yang memiliki keberpihakan politik jika berita yang disampaikan secara jelas berpihak pada salah satu pihak saja.

Ketiga, masyaakat tidak boleh terjebak pada judul berita yang heboh dan menarik. Banyak orang yang membagikan sebuah berita tanpa membaca isi berita terlebih dahulu melainkan hanya membaca judul beritanya saja. Hal tersebut akan berdampak fatal karena ada banyak berita yang tidak memiliki kesesuaian antara isi dengan judul.

Keempat, jangan tertipu oleh gambar, video, dan meme. Saat ini masyarakat lebih suka melihat gambar, mlihat meme, dan menonton video dibandingkan dengan membaca isi berita secara keseluruhan. Gambar yang terpajang di awal berita seringkali tidak sejalan dengan isi berita secara keseluruhan. Seringkali juga kita menemukan video yang terpotong dan hanya menampilkan sesuai kebutuhan pemilik media.

Kelima, buatlah media pembanding. Masyarakat perlu membandingkan berita di media yang satu dengan media yang lainnya agar pemahaman masyarakat terhadap sebuah berita lebih lengkap dan menyeluruh.

Keenam, mengecek kebenaran berita di lapangan jika itu memungkinkan. Contoh berita kenaikan harga sembako, masyarakat bisa mengecek langsung kebenaran berita dengan langsung berbelanja ke pasar. Memang hal ini terbatas untuk sebagian kecil berita saja.

          Masyarakat tidak bisa membendung arus berita di era digital yang begitu cepat dan mudah diakses hanya dengan sebuah smartphone. Masyarakat Indonesia dituntut lebih berhati-hati dan kembali memupuk budaya literasi media agar dampak buruk berita hoax dapat dihindari. Melawan hoax di era digital harus dengan kecerdasan agar masyarakat tidak menjadi korban.

Referensi
 https://kicknews.today/2017/03/21/di-lotim-isu-hoax-penculikan-anak-makan-korban-peminta-sumbangan-masjid-dikeroyok/
 https://en.wikipedia.org/wiki/Hoax
 http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/08/25/indonesia-pengguna-facebook-terbanyak-kedua-  di-asia

Sabtu, 08 April 2017

Politeknik Pariwisata Negeri Lombok Prioritaskan Putra Daerah NTB



Keberadaan Politeknik Pariwisata Negeri Lombok merupakan salah satu bentuk dukungan Kementrian Pariwisata terhadap perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut tidak terlepas dari kemajuan pengembangan pariwisata halal di NTB sejak tahun 2015. Kementrian Pariwisata RI juga menjadikan kawasan Mandalika Lombok menjadi salah satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia.

Untuk mendukung kemajuan pariwisata daerah diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Dengan kerjasama yang baik antara Kementrian Pariwisata RI Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan dan Pemerintah Provinsi NTB, dibukalah Poltekpar Negeri Lombok pada tahun 2016 yang lalu. 

Keberadaan kampus Poltekpar Negeri Lombok masih kurang diketahui oleh masyarakat NTB. Pada tahun 2016, Poltekpar Negeri Lombok menerima sebanyak 120 mahasiswa dengan 4 program studi yaitu D4 Pengaturan Perjalanan, D3 Tata Hidang, D3 Seni Kuliner, D3 Divisi Kamar. Pada tahun 2017 Poltekpar Negeri Lombok rencananya akan menerima 400 orang mahasiswa.

Rabu, 5 April 2017 Kementrian Pariwisata RI Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan mengadakan acara di Hotel Golden Palace dengan tajuk eksistensi dan peran Politeknik Pariwisata Negeri Lombok dalam mempersiapkan SDM pariwisata. Dalam acara tersebut, Prof. Dr. HM. Ahmad Syah menyampaikan bahwa semua pihak harus mendukung eksistensi Poltekpar Negeri Lombok. Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan Poltekpar Negeri Lombok masih belum dikenal masyarakat NTB pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Hal tersebut terbukti dengan sedikitnya calon mahasiswa yang sudah mendaftar secara online. Jika STP Bali sudah diburu sekitar 1500 calon mahasiswa, Poltekpar Negeri Lombok baru dilirik sekitar 70 orang calon mahasiswa. 



Dr. Hamsu Hanafi menjelaskan bahwa dibutuhkan setidaknya ada 1000 pendaftar agar mereka dapat menyaring calon mahasiswa yang berkualitas. Kualitas lulusan Poltekpar Negeri Lombok akan menentukan masa depan pariwisata Nusa Tenggara Barat.

Dalam acara tersebut hadir perwakilan beberapa Disbudpar kabupaten seperti Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Barat, dan Kabupaten Sumbawa. Mereka menyampaikan kesiapannya mendukung eksistensi Poltekpar Negeri Lombok dengan mengirim putra terbaik dari daerahnya. Untuk diketahui bahwa 80% dari mahasiswa Poltekpar Negeri Lombok berasal dari seluruh wilayah Indonesia dan 20% diprioritaskan untuk putra putri terbaik daerah. Jika mahasiswa yang diterima sebanyak 400 orang, maka 80 orang akan diterima dengan pendaftaran jalur mandiri untuk putra daerah.

Selain dari unsur pemerintah hadir juga perwakilan dari ASITA NTB dan Asosiasi GM hotel di Lombok. Mereka menyampaikan kesiapannya untuk mendukung mahasiswa Poltekpar Negeri Lombok dalam praktik. Dalam pembelajarannya, mahasiswa Poltekpar Negeri Lombok dituntut untuk 70% melakukan praktik dan 30% teori. Output dari Poltekpar Lombok diharapkan bisa langsung bekerja di industri pariwisata daerah layaknya output dari STP Bandung atapun STP Bali.

Berikut saya tuliskan profil yang diharapkan bagi lulusan Poltekpar Negeri Lombok:

1. Program Studi Pengaturan Perjalanan diharapkan bisa mencetak para konsultan travel, perencana travel, pemandu perjalanan, pemimpin perjalanan, pemimpin travel agent, airlines staff, akademisi, dan PNS.

2. Program Studi Divisi Kamar diharapkan bisa mencetak penyelia divisi kamar pada hotel bintang 4 dan lima, asisten manajer pada hotel bintang 3 ke bawah, wirausahawan, asisten pada laboratorium praktik, dan PNS.

3. Program Studi Tata Hidang diharapkan bisa mencetak penyelia tata hidang pada hotel bintang 4 dan 5, asisten manajer pada usaha jasa makanan dan minuman, wirausahawan, asisten pada laboratorium praktik, dan PNS.

4. Program Studi Seni Kuliner diharapkan dapat mencetak Chef de partie, marketing food solution supervisor, food court supervisor, wirausahwan, asisten food panelis, asisten infrastruktur, penyedia produksi makanan, pemimpin jasa usaha makanan, asisten laboratorium praktik, dan PNS.

Bagi teman-teman yang berminat untuk kuliah di Poltekpar Negeri Lombok, silahkan datang ke kampus sementara di Jln. Pemuda No.59 Dasan Agung Baru Mataram/Kantor BKD Provinsi NTB. Untuk gedung tetap akan dibangun di daerah Puyung, Kabupaten Lombok Tengah.

                                      Info pendaftaran silahkan cek brosur di bawah ini.



 


 

Selasa, 04 April 2017

Membumikan Branding Pesona Indonesia Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

     

       Senin, 3 April 2017 Kementrian Pariwisata Republik Indonesia mengadakan acara Bimbingan Teknis Branding Pesona Indonesia di Hotel Kila Senggigi Beach Lombok Barat. Dalam acara tersebut hadir unsur pentahelix dalam memajukan pariwisata yaitu para akademisi, pelaku busnis, kominitas, pemerintah, dan media. Akademisi diwakili oleh rektor dan beberapa mahasiswa Politeknik Pariwisata Lombok. Para pelaku bisnis pariwisata yang diwakili oleh ASITA NTB. Komunitas yang aktif mempromosikan pariwisata yaitu Generasi Pesona Indonesia. Dalam kesegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Generasi Pesona Indonesia yang berasal dari enam provinsi yaitu Aceh, NTB, Maluku, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra Barat. Pemerintah yang diwakili oleh pihak Kementrian Pariwisata RI dan Disbudpar NTB. Hadir juga unsur media yang diwakili oleh media nasional.

       Acara dibuka dengan keindahan tarian kembang sembah yang merupakan tarian dari Kabupaten Lombok Utara. Acara yang berlangsung dari pagi hingga malam hari tersebut menghadirkan pemaparan lima materi yaitu:
a. Kebijakan pemasaran pariwisata nusantara yang disampaikan oleh Bapak  Hariyanto selaku plt Asdep strategi pemasaran pariwisata nusantara deputi bidang pengembangan pemasaran pariwisata nusantara kementrian pariwisata RI.
b. Pengembangan pariwisata NTB sebagai destinasi wisata halal oleh kepala dinas kebudayaan dan pariwisata, Bapak Lalu M. Faozal.
c. Creativ strategic for tourism acceleration oleh tim percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas kawasan mandalika
d. Eksistensi dan peran Politeknik Pariwisata Lombok sebagai institusi pendidikan Kemenpar oleh rektor Poltekpar Lombok Bapak Hamsu Hanafi
e. Branding Pesona Indonesia oleh tim branding Kementrian Pariwisata RI Bapak Budi Rizanto Binol


Kebijakan Pemasaran Pariwisata Nusantara
Disampaikan oleh Hariyanto  plt Asdep strategi pemasaran pariwisata nusantara deputi bidang pengembangan pemasaran pariwisata nusantara kementrian pariwisata RI.

       Sektor pariwisata merupakan sektor prioritas pembangunan kabinet kerja pada tahun 2017. Hal tersebut memiliki dasar karena sektor pariwisata nasional memiliki kontribusi terhadap PDB, peningkatan devisa negara, dan menciptakan lapangan kerja. Dari segi PDB, pariwisata menyumbang 10% PDB nasional dengan nominal tertinggi di ASEAN. PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8 % dengan trend naik sampai 6,9% jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan industri agrikultur, manufaktur otomotif, dan pertambangan. Sektor pariwisata merupakan peringkat ke empat penyumbang devisa nasional yaitu sebesar 9,3% dibandingkan dengan industri lainnya. Pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata btertinggi yaitu 13% dibandingkan dengan industri minyak bumi, batubara, dan minyak kelapa sawit. Dari segi tenaga kerja, sektor pariwisata menyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan atau sebesar 8,4% secara nasional. Penciptaan lapangan kerja baru sektor pariwisata tumbuh 30% dalam waktu 5 tahun.

" Mengembangkan industri pariwisata merupakan cara tercepat untuk mensejahterakan rakyat Indonesia."

       Kita tidak bisa memungkiri bahwa indeks daya saing pariwisata nasional berdasarkan data tahun 2015 masih di bawah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Akan tetapi trend  daya saing pariwisata Indonesia jauh meningkat dari rangking 70 menjadi rangking 50 dunia. Pariwisata Indonesia mulai dilirik oleh wisatawan mancanegara terbukti dengan angka kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2016 yang mencapai angka 12 juta. Pada tahun 2017 Kementrian Pariwisata menargetkan peningkatan angka kunjungan wisatawan sebanyak 3 juta dari tahun 2016 sehingga kunjungan wisman bisa mencapai angka 15 juta orang. Berikut data sebaran target kunjungan wisatawan dari berbagai negara.



  Untuk mencapai target, Kementrian Pariwisata merumuskan strategi pembangunan pariwista yaitu:
a. Attraction yaitu dengan memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan pusaka, teknologi untuk smart city dan industri kreatif untuk kota kreatif dengan memperkuat basis sumber daya alam, budaya dan komunitas.
b. Amenity yaitu dengan membangun amenitas berbasis potensi lokal untuk kesejahteraan komunitas (homestay, pasar, kawasan batik, kawasan budaya, dan kawasan ekowisata).
c. Accessibility dengan memperkuat akses pada pasar utama dan pergerakan intenal. aksesibilitas untuk trasportasi darat kereta api dan pengembangan bandar udara.
d. Ancillary yaitu dengan menyediakan fasilitas tambahan untuk kenyaman wisatawan seperti kereta wisata, TIC, souvenir centre.

       Selain itu, Kementrian Pariwisata juga menerapkan strategi promosi pariwisata yang disebut strategi promosi  B-A-S yaitu Branding (20%), Advertising (30%), dan Selling (50%). Peran media juga sangat dilibatkan dalam promosi pariwisata. Kementrian Pariwisata melibatkan media berbayar nasional, media milik Kemenpar sendiri seperti indonesia.travel. Peran media sosial juga tidak bisa dikesampingkan dalam usaha promosi pariwisata karena sebagian besar masyarakat dunia sebagai target wisatawan terkoneksi dengan media sosial.

" The more digital, the more personal. The more digital, the more professional. The more digital, the more global."

      Digital tourism termasuk di dalam 10 program prioritas Kemenpar. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya war room dimana tersaji data-data competitor frofiles, costumer profiles, dan company profiles. Perlu diketahui bahwa search and share informasi pariwisata sebanyak 70% menggunakan digital media. Promosi pariwisata melalui dunia digital memiliki efektifitas 4 kali lipat jika dibandingkan dengan metode promosi secara konvensional. Kehadiran dinas pariwisata daerah dalam acara bimtek tersebut diharapkan dapat merubah pola-pola promosi pariwisata di NTB. Seperti kita ketahui bahwa ketersediaan materi-materi pariwisata pada situs-situs milik pemerintah provinsi NTB maupun pemerintah kabupaten kota masih sangat terbatas.

Untuk mempromosikan pesona alam, pesona budaya, pesona panca indera, pesona modern, dan pesona petualang yang ada di Indonesia, Kementrian Pariwisata Indonesia melaunching brand "Pesona Indonesia" untuk target wisata nusantara dan "Wonderful Indonesia" untuk target wisata mancanegara. Penjelasan seputar brand Pesona Indonesia dan/atau Wonderful Indonesia akan saya tuliskan dalam postingan selanjutnya.

NB: Postingan blog kali ini agak sedikit serius karena saya niatkan untuk berbagi informasi dari kegiatan yang saya ikuti, so jangan bosan ya.

Sabtu, 12 November 2016

Tersesat di TWA Gunung Tunaq Lombok

gunung tunaq lombok
TWA Gunung Tunaq Lombok

"Kadang kita perlu keluar dari zona nyaman agar kita tahu seberapa kuat kita bertahan. Kadang kita perlu tersesat, agar kita tahu betapa hidup punya banyak warna."

Ini kali kedua aku pergi ke TWA Gunung Tunaq. Demi memenuhi hasrat petualangan dari sang suami tercinta yang tidak pernah ke tempat indah ini. Seusai menjelajah keindahan Pantai Tanjung Bongo, kami lanjutkan petualangan menuju daerah bumbang. Saat kami sampai pintu gerbang kawasan TWA Gunung Tunaq, belum ada pengunjung lain yang datang. Entah kenapa destinasi ini tak seramai dahulu padahal keindahannya tak berkurang sedikitpun.

pantai bile sayak
Ciee yang gandengan terus..haha
Jika alasan buruknya jalan menjadi faktor sepinya pengunjung, aku rasa itu tidak tepat karena sejak awal booming memang jalannya sudah seperti itu. Setahun yang lalu ratusan orang akan datang ke Pantai Bile sayak setiap akhir pekan. Jika isu keamanan menjadi faktor sepinya pengunjung, aku juga tidak yakin akan hal itu karena sejak dahulu ayahku sering mancing dan camping di tempat ini. Lantas karena apa?. Ahh,,mungkin karena tempat ini memang tercipta untuk penikmat keindahan berbalut kesunyian seperti aku dan suamiku.

Keindahan pantai Bile Sayak alias Pantai Tunaq masih sama seperti pertama kali aku mengunjunginya. Pasir pantai yang putih bersih. Air laut yang biru bening. Dua tebing karang kokoh yang selalu membuatku kagum. Dan sebuah batu lancip di tengah laut yang menjadi icon tempat ini. Suamiku tersenyum bahagia menikmati keindahan pantai ini sambil terus mengambil gambar. Sejak dulu dia ingin ke pantai ini, tapi keinginan itu terpenuhi setelah bersamaku. Jadilah kami honeymoon untuk yang kesekian kalinya. Hmmm, eveyday is honeymoon buat kami.

pantai tunaq lombok
Pantai Bile Sayak TWA Gunung Tunaq

Tebing pantai tunaq
Pantai yang bersih..:)
Setelah puas menikmati keindahan pantai, kami melanjutkan perjalanan untuk explore TWA Gunung Tunaq. Foto-foto cantik milik beberapa teman yang pernah mampir di beranda fbku mendorong rasa penasaran untuk melangkah lebih jauh. Tapi langkah kami terhenti ketika melihat jalan setapak yang membelah hutan.

Melihat kondisi jalan aku tidak mungkin dibonceng melewati jalan kecil itu. Lantas suamiku mengendarai motor dan aku memilih berjalan kaki. Langkahku mulai terasa berat dan hutan Gunung tunaq terasa sangat mistis. Entah kenapa aku tak henti mengucap istigfar sambil terus melangkah. Tak ada siapapun, hanya kesunyian hutan yang membersamaiku. Tak terasa, suamiku telah jauh meninggalkanku karena langkahku yang terlalu pelan.

Aku mulai bingung saat menemukan sebuah persimpangan jalan, apakah aku harus lurus atau belok kanan. Jika tujuan kami ke tower yang ada di atas bukit maka harusnya kami mengambil jalan ke kanan. Hutan semakin terasa sepi hingga jalan yang aku lalui sudah . Aku mengira suamiku benar-benar ke tower hingga aku sadar bahwa aku tak menemukannya di sana. Rasa panik mulai menghampiri. Tak ada sinyal untuk sms ataupun menelpon.

tebing gunung tunaq
Tebing TWA Gunung Tunaq
Mencoba berteriak memanggil nama suami, tapi yang kudengar hanyalah pantulan suara sendiri. Entah kenapa tiba-tiba aku merinding berada di tengah hutan tunaq seorang diri. Aroma mistis kian terasa saat beberapa kali aku coba teriak tapi tak ada suara sahutan dari suamiku. Ini baru namanya petualangan di negeri sendiri.

"Wait em, koq ceritanya jadi serem begini?"

Makanya kalau baca postingan blogku jangan terlalu serius. Ini blog lho, bukan koran!. Hahaha.

Suara teriakanku semakin keras. Aku benar-benar menjelma menjadi penakut yang lebay saat itu. Alhamdulillah suami segera menemukanku. Ia sampai terluka terkena duri karena berlari begitu mendengar teriakanku. Kalau dibayangkan adegannya seperti adegan dalam sinetron-sinetron norak Indonesia abad ini.

keindahan hutan tunaq
Sisi Lain TWA Gunung Tunaq

Semakin jauh kami melangkah, keindahan yang tersaji di TWA Gunung Tunaq semakin memesona. Tebing karang, hijaunya bebukitan, birunya laut membuatku seolah tak berada di Pulau Lombok. Aku jadi teringat foto-foto luar negeri yang dulu sering kujadikan wallpaper laptop. Sebelum suka jalan-jalan aku suka mengambil foto di google dan memasangnya di layar laptop sambil membayangkan keindahan di negeri-negeri nun jauh di sana.

Keindahan ini di Lombok Tengah, tempatku lahir dan dibesarkan. Tak perlu jauh-jauh untuk menikmati keindahan alam yang luar biasa. Jadi kapan anda mau jala-jalan ke Lombok?.

Matahari semakin meninggi membuat cuaca terasa semakin panas. Tapi kami akan kembali lagi suatu saat dan mengexplore tempat ini. Ada masih banyak tempat eksotis dan belum terjamah di kawasan ini.

Selasa, 08 November 2016

Menikmati Eksotisme Bandar Lampung

Bandar Lampung, selain terkenal dengan kain tapisnya, sebenarnya juga memiliki tempat-tempat wisata menarik yang bisa Anda kunjungi. Beberapa di antara tempat wisata itu bahkan sudah mendunia, karena dipromosikan oleh para wisatawan. Walaupun masih relatif sepi dari perhatian wisatawan, Bandar Lampung dapat menjadi tempat tujuan wisata yang eksotis.

Seiring dengan semakin berkembangnya tempat wisata di Bandar Lampung, maka bila Anda berkunjung ke sana, Anda akan dengan mudah menemukan hotel di Bandar Lampung yang menyediakan akomodasi nyaman dan terjangkau. Bila Anda ke Bandar Lampung, Anda bisa memesan hotel di Traveloka untuk memudahkan perjalanan Anda. Sehingga Anda tak perlu pusing memikirkan tempat menginap setibanya di Lampung.

Teluk Kiluan


Woohooo… Siapa yang belum mengenal Teluk Kiluan dengan surga lumba-lumbanya? Terletak di Desa Kiluan Negeri, kita membutuhkan waktu tempuh antara tiga sampai empat jam dari Kota Bandar Lampung menuju ke teluk yang sangat memesona ini. Kalau dari Jakarta, ya kita harus menyeberangi Selat Sunda dulu, dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Jalan menuju Desa Kiluan sangat menantang, karena masih rusak dan berbatu-batu, curam, dan licin, terutama di musim hujan. Semoga ke depannya nanti ada perhatian dari pemerintah agar mempermulus jalan ini dengan semakin berkembangnya pariwisata di Lampung. Apalagi Teluk Kiluan ini sudah sering diliput televisi dan media masa.

Di sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan pedesaan yang indah dan hijau. Pepohonan yang rimbun, perbukitan yang hijau, dan tentu saja areal persawahan yang luas. Belum lagi nuansa pedesaannya kental dengan adat istiadat Hindu, sehingga seolah-olah kita sedang berada di Bali karena ada banyak pura dan bangunan rumah yang mirip pura.

Apa daya tarik Teluk Kiluan? Tentu saja lumba-lumbanya yang sering terlihat bermunculan di permukaan laut. Untuk bisa sampai ke tengah laut, sudah disediakan jukung atau perahu-perahu kecil dengan biaya sewa sekitar Rp300.000 per tiga orang. Anda sudah bisa menyaksikan lumba-lumba hidung botol dan paruh panjang pada sekitar jam enam sampai sepuluh pagi.

Jadi, memang amat disarankan datang di pagi hari kalau tidak mau ketinggalan atraksi  lumba-lumba di Teluk Kiluan. Kalaupun terlambat, Anda bisa sekadar berjalan-jalan di bibir pantai yang menyajikan pasir putihnya dan airnya yang jernih. Nikmati liburan spesial Anda di Bandar Lampung dengan mengunjungi Teluk Kiluan.

Sumber foto: jefrihutagalung.wordpress.com


Pulau Pahawang


Jalan-jalan ke Pulau? Mengapa tidak? Pulau Pahawang di Kecamatan Punduh Padada ini merupakan obyek wisata di Lampung yang sedang gencar dipromosikan. Dari pusat kota Bandar Lampung, Anda harus menuju ke Pelabuhan Ketapang. Di sana, banyak kapal nelayan yang kemudian akan mengantarkan Anda menuju ke Pulau Pahawang.

Sesampainya di Pulau Pahawang, Anda bisa snorkeling atau menyelam di lautnya yang tenang dan  jernih, menyaksikan terumbu karang dan ikan hias yang cantik, atau sekadar berenang. Oleh karena itu, Anda harus membawa perlengkapan berenang. Nikmati ketenangan saat snorkeling dan berenang di laut, siapa tahu Anda akan mendapatkan inspirasi. Bagi para pekerja yang setiap hari berkutat dengan pekerjaan dengan deadline ketat, snorkeling di Pulau Pahawang ini juga pastinya akan kembali menyegarkan pikiran Anda.

Setelah menyelam dan berenang, Anda tentunya akan merasakan lapar yang teramat sangat. Jangan khawatir, warga yang tinggal di Pulau Pahawang sudah menyediakan aneka hidangan laut yang sangat lezat, terutama ikan bakar Kerapu yang banyak dikembangbiakkan di laut Pahawang. Wuih, yummy dan endeus sekali pastinya. Tentunya itu tidak gratis, tapi harganya masih cukup terjangkau.

Sebaiknya Anda datang saat musim kemarau untuk mendapatkan pemandangan laut Pahawang yang indah di mana cahaya matahari terpantul di atas air laut.  Paling enak ke Pulau Pahawang ini berombongan dengan teman-teman Anda.

Sumber foto: palingbaru.com


Taman Nasional Way Kambas


Gajah, juga menjadi ikon Bandar Lampung yang terkenal karena di sini ada Taman Nasional Way Kambas. Di taman nasional nasional tertua di Indonesia ini memang terdapat konservasi gajah dan tempat pelatihan gajah-gajah. Di atas lahan seluas 1.300 kilometer persegi ini memang ada sekitar dua ratusan gajah yang dilatih.

Dibangun sejak Belanda berkuasa, tahun 1937, dulunya gajah-gajah dilatih untuk mengisi acara-acara kesultanan, perang, dan membantu pekerjaan di sawah. Kini, gajah-gajah itu juga dilatih untuk menghibur wisatawan seperti bermain bola. Namun, untuk masuk ke dalam kawasan konservasi ini, kita harus mendapatkan izin dulu dari HQ  Konservasi Bandar Lampung.

Hal paling menarik dari mengunjungi gajah-gajah ini, kita bisa mengambil foto si gajah. Agar bisa maksimal, kita harus datang di pagi hari, sebelum jam enam pagi ketika gajah-gajah baru dilepas dan dimandikan. Setelah itu, gajah-gajah akan berpencar ke taman yang luas sehingga Anda kesulitan menemukan mereka.

Sumber foto: kompas.com


Bila terlewat momen di pagi hari, bisa juga datang di sore hari ketika gajah-gajah itu sudah dikumpulkan kembali oleh pawangnya. Tentunya, para fotografer mengetahui berbagai angle menarik untuk mengambil foto eksotis para gajah ini. Binatang yang dulunya menjadi kebanggaan para raja dan sultan di Lampung.

Senin, 07 November 2016

Gagal Move On dari Bukit Selong Sembalun

Bukit selong sembalun
Jauh-jauh ke Bukit Selong buat acting baca buku
Jika menyebut daerah Sembalun di kaki Gunung Rinjani, ingatanku langsung kembali ke beberapa tahun yang lalu. Saat itu kali pertama aku ke Sembalun dan  dengan sangat PD  membonceng seorang teman. Betapa keberanianku ciut saat melewati jalan berkelok dipenuhi jurang-jurang terjal.

Masih terekam dalam memori, temanku mengajak ke Bukit Selong tapi langkah kaki kami hanya terhenti di Kampung Adat Beleq. Saat itu keindahan Bukit Selong belum booming seperti sekarang. Semakin banyaknya pengguna sosial media menjadi faktor utama terkenalnya keindahan Bukit Selong di kalangan wisatawan.



"Wait em, koq nulis blog jadi serius gini?..woe, ini blog bukan koran!".

Oh. Hi. Tuh kan jadi kikuk gini kalau sudah lama gak menyapa teman-teman di rumahku ini. Hari itu sebenarnya aku tidak merencanakan ke Bukit selong. Aku ke Sembalun untuk mengantar teman-teman yang dari Bandung sampai di pintu pendakian Bukit Pergasingan. Berhubung aku menginap di rumah seorang teman, jadi sore harinya aku memilih jalan-jalan ke Bukit Selong.

Bukit Selong terletak di Desa Sembalun Lawang. Untuk mencapainya kita harus masuk melewati perkampungan penduduk. Tidak ada plang khusus di pinggir jalan besar, tapi kita bisa dengan mudah bertanya pada penduduk sekitar.

Kebun bambu menyambutku saat memasuki kawasan Bukit Selong. Serasa berada di film-film kolosal Cina. Melangkah menuju Bukit selong membuatku kaget, ternyata bukit tersebut sangat rendah. "Bukit satu menit", kata seorang teman.

bukit selong sembalun lombok
Pemandangan petak sawah penduduk
Bukit Selong adalah bukti nyata bahwa keindahan tak harus dicapai dengan usaha keras hingga berpeluh. Meski bukit ini tidak tinggi tapi pemandangan yang tersaji begitu indah. Petak-petak sawah penduduk yang menyerupai karpet warna-warni. Keindahan Bukit Pergasingan berhadapan langsung dengan Bukit selong dan sangat bagus menjadi background foto.

Aku menarik nafas dalam-dalam, membersihkan paru-paruku dengan udara Sembalun yang segar dan bersih. Kebahagiaan menyeruak di benakku setiap kali melihat keindahan demi keindahan yang tersaji di pulau tempat kelahiranku. Rasa syukur yang mengetuk pintu kesadaran sehingga lirih hatiku berucap "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?". 

Desa adat beleq Sembalun
View Kampung Adat Beleq dari Bukit Selong

Bukit selong tidak hanya menghadirkan keindahan alam, bukit ini juga menampilkan kekhasan budaya masyarakat Sembalun. Dari atas Bukit Selong kita juga bisa melihat Kampung Adat Beleq secara keseluruhan. Kampung adat yang hanya terdiri dari tujuh rumah merupakan peninggalan leluhur masyarakat Sembalun. Rumah-rumah tersebut kini tidak dihuni tapi masih sangat terpelihara dengan baik.

Jika teman-teman ingin ke Bukit Selong, bisa menempuh rute Kota Mataram-Masbagik-Aikmel-Pusuk Sembalun-Sembalun Lawang-Bukit Selong.



Minggu, 06 November 2016

Menikmati Keunikan Rasa Cacing Nyale di Pulau Lombok

patung putri mandalika
Patung Putri Mandalika di Pantai Seger Lombok Tengah
" Ayo besembeq biar cantik seperti Putri Mandalika". Lantas nenek saya mengambil cacing nyale dan mengoleskannya di kening dan di dadaku. Ritual itu ia lakukan setiap tahun ketika saya masih kecil. Kepercayaan masyarakat suku sasak Lombok tentang legenda Putri Mandalika sangatlah kental dan mengakar terutama di kawasan Pujut Lombok Tengah.

Pengolahan cacing nyale sebagai makanan lezat. 
sambal cacing nyale
Sambal goreng nyale
Hampir seluruh keluarga saya menyukai nyale. Bahkan dahulu almarhum kakek dan nenek saya suka memakan nyale yang masih mentah. mereka meyakini bahwa nyale bisa menyehatkan tubuh. Sebagai songgaq kata mereka jika ada orang yang heran melihat mereka memakan mentah nyale. Songgaq dalam bahasa sasak yang artinya jamu.

Ayahku memiliki selera sendiri dalam mengolah nyale. Ia sangat menyukai nyale yang dimasak dengan santan. Terkadang ayah memasak sendiri nyale tersebut. Nyale dimasukkan ke dalam panci lantas ditambahkan dengan santan kental. Bumbu yang ia gunakan adalah cabe, bawang, merah, bawang putih dan sedikit garam. Dengan suhu yang agak tinggi, nyale akan secara otomatis lebur bersama santan tersebut. Ayahku sangat suka menyeruput kuah nyale tersebut atau memakannya bersama nasi hangat.

Selera ibu saya lain dengan ayah dalam mengolah nyale. Ia akan dengan sabar membuat pepes nyale yang dalam bahasa sasak disebut nyale  lipit. Nyale dimasukkan ke dalam lipit yang terbuat dari daun kelapa muda. Setelah itu lipit dibakar hingga nyale di dalamnya kering. Ibu suka memakan nyale lipit dengan sambal monte khas sasak. Sambal monte tersebut terbuat dari cabai rawit, garam, terasi Lombok, dan perasan jeruk purut.

Dan saya sendiri, menyukai sambal goreng nyale. Nyale lipit saya goreng bersama sambal bawang. Aroma bawang dan aroma nyale berpadu menggugah selera makan saya. Rasa sambal goreng nyale sangat unik dan menciptakan kenangan rasa yang sulit terlupa. Rasa nyale akan bertahan cukup lama di mulut seusai memakannya. Rasa itu akan hilang jika saya sudah menggosok gigi atau memakan sesuatu dengan aroma dan rasa yang lebih kuat dari nyale.

Jika tangkapan nyale yang kami dapat banyak, biasanya dibuat menjadi mansin. Nyale dihancurkan dan ditambahkan garam lalu dimasukkan ke dalam kelok. kelok terbuat dari pohon bambu yang diambil satu ruas. Mansin berfungsi sebagai penyedap masakan dan paling nikmat jika ditambahkan pada kelaq cengeh khas Pujut Lombok Tengah.

Kandungan Gizi Cacing Nyale


Cacing Nyale Lombok
Cacing Nyale

Tahun 2008 saya pernah menulis tentang Cacing nyale dalam rangka mengikuti karya tulis ilmiah yang diadakan oleh DIKTI. Saat itu saya dibimbing oleh Prof. Seolistya Dyah Jekti salah satu dosen Universitas Mataram yang pernah meneliti tentang kandungan gizi nyale. Dalam sebuah buku hasil penelitian beliau menuliskan bahwa cacing nyale memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.

Kandungan protein nyale yaitu 43,84 %. Lebih tinggi bila dibandingkan dengan kerang bulu (Anadara indica) dan kerang hijau (Perna viridia) yang hanya 18,5 %, ataupun telur penyu laut dengan kandungan protein 10,94 %. Demikian pula bila dibandingkan dengan telur ayam ras yang mengandung protein 12,2% dan susu sapi yang hanya mengandung protein 3,50 %. Selain protein, kadar lemak 11,57 % , lebih tinggi dari telur ayam ras dengan kadar lemak 10,5 %. Kadar karbohidrat yang terkandung dalam nyale yaitu 0,543% tidak jauh berbeda dengan kadar karbohidrat pada telur ayam ras (0,8%) atau dari penyu laut (0,54%).

Sebagai hewan laut maka nyale juga berkadar fosfor cukup tinggi (1,17%). Lebih tinggi bila dibandingkan dengan hewan darat pada umumnya seperti pada telur ayam ras (0,02 %),ataupun susu sapi (0,105). Kadar kalsium pada nyale (1,06 %) lebih tinggi dari kalsium pada susu sapi (0,12%). Kadar magnesium pada nyale (0,32 %) jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan hewan darat (0,04 %) pada umumnya , ataupun pada telur ayam ras ( 0,05 %). Nyale sebagai hewan laut berkadar Natrium (1,69 %) adalah sangat tinggi bila dibandingkan dengan hewan darat ( 0,16 %) ataupun pada susu sapi (0,05%). Kadar kalium (1,24%) adalah jauh lebih tinggi dari hewan darat (0,2%) ataupun pada susu sapi(0,15%). Kadar klorida (1,05%) lebih tinggi dari hewan darat (0,11%).telur ayam ras(0,15 %) ataupun susu sapi (0,11%). Kadar besi nyale (857 ppm) sangat tinggi bila dibandingkan dengan hewan darat ( 80 ppm).

Selain memiliki kandungan gizi tinggi, nyale juga dapat berfungsi sebagai antibiotik. menunjukkan aktivitas pada 9 bakteri benthos yaitu Salinococcus roseus, Marinococcus halophilus, Marinococcus hispanicus, Micrococcus varians, Methilomonas pelagica, Bacillus sp. Pseudomonas elongata, Alteromonas colwellina, dan halovibrio variabilis. Selain pada bakteri benthos, fraksi tersebut juga menunjukkan aktivitas pada 6 kuman isolat klinis yaitu Psedomonas aeruginosa, Escherichia coli, klebsiella sp, Streptococcus pyogenes, Staphilococcus aureus, dan streptococcus pneumoniae.

Ulasan lebih lengkap pernah saya posting di blog ini dengan judul Nyale, bukan sekedar cerita rakyat.
Jika melihat kandungan gizi yang tinggi dan fungsinya sebagai antibiotik, wajar jika orang tua zaman dahulu meyakini cacing nyale sebagai obat yang bisa menyembuhkan penyakit.

Legenda Putri Mandalika (Putri Nyale)


bau nyale lombok
Suasana event bau nyale Lombok
Dokumentasi by Fokus Unram

Cacing Nyale bukan sekedar cacing laut bagi masyarakat suku sasak di Pulau Lombok. Mereka meyakini bahwa Nyale merupakan penjelmaan dari seorang putri cantik yang bernama Putri Mandalika. Dongeng tentang Putri Mandalika ini menjadi bagian dari buku mata pelajaran muatan lokal yang diajarkan kepada siswa sekolah dasar di Pulau Lombok.

Dahulu di Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Sang raja memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Putri Mandalika. Kecantikan sang putri begitu tersohor seantero Pulau Lombok sehingga banyak pangeran yang ingin menikahinya. Sang putri tidak bisa memilih salah satu di antara pangeran tersebut karena akan berpotensi konflik.

Putri Mandalika mengumumkan kepada seluruh pangeran bahwa ia akan menentukan pilihannya di suatu pagi pada tanggal 20 bulan atas dalam penanggalan kalender rowot masyarakat suku sasak. Tempat yang Putri Mandalika pilih adalah sebuah bukit di Pantai Seger. Seluruh rakyat dan pangeran dari berbagai kerajaan telah berkumpul. Hujan petir menghiasi suasana pagi itu. Saat semua orang menanti dengan penuh rasa penasaran, tiba-tiba sang putri melompat ke dalam lautan. Seluruh rakyat turun ke laut untuk mencari sang putri tapi tak ada yang menemukan jasad Putri Mandalika. Mereka hanya menemukan cacing warna-warni yang mere sebut Cacing Nyale.

Jika anda jalan-jalan ke Pantai Seger Lombok tengah, anda akan menemukan patung Putri Mandalika. Patung yang menggambarkan bahwa putri tersebut menjadi rebutan banyak pangeran. Ritual menangkap nyale yang dilakukan setiap bulan Februari kini menjadi ajang promosi wisata daerah dan dikemas menjadi sebuah festival bau nyale. Bau dalam bahasa sasak berarti menangkap. Setiap tahun masyarakat Lombok akan tumpah ruah di sekitar Pantai Seger untuk menangkap nyale. Kemunculan nyale ini hanya sekali dalam setahun yaitu pada pagi hari setelah subuh. Saat matahari terbit, nyale tersebut akan hilang dan masuk ke dalam batu karang.

Note: Tulisan ini diikutkan dalam rangka lomba blog#jelajahgizi #nutrisiuntukbangsa yang diadakan oleh #sarihusada dengan hadiah #jelajahgiziminahasa

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog #jelajahgizi2016